Kenalan Di Michat, Janda Muda Anak Satu Digoyang Disemak-Semak

oleh -375 views
Foto : Ilustrasi (Internet)

SAMARINDA.apakabar.co– Entah mimpi buruk apa yang menimpa wanita muda berusia 20 tahun sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya). Janda satu anak itu diketahui menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan seorang pria dengan inisial RL di wilayah Gunung Lipan, Senin (12/4/2021) pukul 02.00 dini hari.

Mawar dipaksa untuk melayani nafsu bejat RL yang sudah diubun-ubun,  dengan berbekal sebilah senjata tajam yang ditempelkan ke tubuh Mawar, RL dengan leluasa menggoyang mawar di semak belukar.

Tak terima dengan apa yang telah dialaminya, Mawar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Kelurahan Pelita, Rabu (14/4/2021) Malam.

Kepada Marno Mukti, Ketua FKPM Kelurahan Pelita yang pada saat itu menerima laporan Mawar dirinya lantas menceritakan kronologis kejadian yang dia alami.

Ia mengatakan bahwa awal mula mengenal RL melalui aplikasi Michat 1 jam sebelum bertemu, tepatnya Senin (12/4/2021) pukul 00.30 Wita.

“Dia chat saya di aplikasi Michat, dan dia ngajak BO tapi saya bilang saya bukan Cewek BO, kemudian saya tawari kalau mau jalan-jalan ke cafe,” ucap Mawar saat berada di pos FKPM Pelita.

Melihat ada kesempatan di depan mata, laki-laki yang telah memiliki istri tersebut langsung mengiyakan ajakan Mawar, dan segera tancap gas untuk menjemput Mawar sesuai alamat yang diberikan Mawar kepadanya.

BACA JUGA :  Besok Aliansi BEM SI Aksi Didepan Istana, Lanjutan Tolak Omnibus Law

“Saya emang sering kenalan cowok di aplikasi Michat, tapi bukan untuk BO, cuman memang mencari teman aja dan suka diajak nongkrong,” jelasnya.

Setelah bertemu Mawar di alamat yang diberitahu Mawar, merekapun berkenalan layaknya pasangan muda-mudi yang baru bertemu. Seketika itu juga RL langsung pergi mengajak Mawar untuk pergi ke salah satu cafe yang ada di Samarinda Seberang.

Saat mengendarai motor, bukan Mawar yang di bonceng, melainkan RL yang di bonceng lantaran keinginan RL. Saat dibonceng, Mawar mendapat pelecehan dari RL. Tangan RL dengan cepat menggerayangi tubuh Mawar yang padat berisi. Mawar melawan namum nafsu RL mengarahkannya dengan pengancaman terhadap Mawar.

“Saya bilang minta di pulangkan, tapi saya malah di turunkan. Saat itu posisi berada di jembatan kembar (Mahakam), Hp saya dirampas dan laki-laki itu pergi meninggalkan saya,” terang Mawar.

Merasa hanya mendapatkan sedikit bagian tubuh Mawar, RL pun kembali tak berselang 5 menit. Memaksa Mawar untuk ikut dengannya. Mawar pun mengikuti ajakan RL karena Hp miliknya masih berada di tangan RL.

Tepat berada di jalan sepi dan gelap, memberhentikan kendaraannya. Dan menyuruh Mawar untuk  turun.

“Saya bilang kenapa berhenti disini, tiba-tiba saja dilangsung keluarkan senjata tajam dari pinggangnya, dan menarik saya ke semak-semak,” ucapnya.

BACA JUGA :  Pemuda Yang Acungkan “Jari Tengah” Ke Petugas Satgas Covid-19 Akan Dipanggil Pihak Kepolisian

Di semak-semak itulah kemolekan tubuh Mawar dirasakan RL dengan ancaman senjata tajam yang ia bawa dan di taruh di samping tubuh molek Mawar. Mendapatkan perlakuan itu Mawar hanya bisa menangis, lantaran tak berani melawan akibat ancaman yang diterimanya.

“Saya diancam dibunuh jika melawan,” ungkapnya menceritakan sambil menitikkan air mata.

Usai menyalurkan nafsu bejatnya, RL kemudian mengatarkan kembali Mawar kerumahnya. Intimidasi dan ancaman disepanjang jalan terus dirasakan Mawar. Dia diancam agar untuk tidak memberitahukan kejadian yang dialaminya ke siapapun.

Sesampainya di rumah Mawar pun hanya bisa diam, lantaran tak berani menceritakan apa yang dialaminya kepada siapapun. Tapi, setalah berpikir panjang, dirinya memberanikan diri untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya ke FKPM Pelita.

Ketua FKPM Pelita, Marno Mukti yang menerima laporan itu, meminta kepada Mawar untuk membuat laporan ke kantor Kepolisian agar dapat di tindaklanjuti.

“Kita sarankan korban melapor ke kantor kepolisian, karena kejadian ini merupakan kasus kejahatan serius,” ucap Marno.

Kepada Marno, Mawar meminta apa yang ia alami dapat dishare dimedia sosial, agar tidak menimpa wanita lain yang bisa saja  bernasib sama sepertinya.

“Korban meminta peristiwa yang dialaminya ini di angkat ke media sosial, agar kisahnya menjadi pembelajaran bagi wanita-wanita lain,” tutup Marno.