Perantau Penjual Sayur Ditemukan Tewas Didalam Kamarnya, Jenazahnya Diterbangkan Ke Kampung Halaman Sesuai Protokol

oleh -381 views
Petugas Mempersiapkan Peti Jenazah Korban Saat Akan Diterbangkan Ke Kampung Halaman Korban

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Warga Jalan Pengeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria, Minggu (21/6/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.

Saat di temukan kondisi jenazah sudah dalam keadaan membiru dan membengkak lantaran sudah berhari-hari di rumahnya dengan posisi tertelungkup di atas tempat tidurnya.

Diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan dari pemeriksaan petugas Korban berindentitas Faris Salman Al Farizi (17) yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual sayur.

Korban ditemukan rekannya bernama Jordan Arisandi (18) saat mencium aroma tak sedap yang menyeruak dari dalam kamarnya. Korban sendiri diketahui merupakan seorang perantau dari Jawa dan telah cukup lama berada di Kota Tepian. Selama hidup di Samarinda korban diketahui tinggal sendiri di salah satu kamar rumah Jordan.

BACA JUGA :  Longsor Dijalan Damai Akibatkan Jalan Terputus dan Tiga Rumah Alamai Kerusakan

“Jadi korban ini biasa kalau beraktivitas selalu meninggalkan kamar dalam keadaan terkunci. Sehingga saat itu tidak ada yang curiga karena kamar korban dalam keadaan terkunci,” bebernya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui tak terlihat sejak dua hari lalu. Begitu ada aroma tak sedap, Arisandi bersama orangtuanya langsung memanggil tukang untuk membongkar pintu tersebut, yang dikunci korban dari dalam.

“Saat pintu terbuka, korban sudah meninggal dengan posisi tertelungkup, mengenakan baju kaos oranye dan celana pendek jeans,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dari keterangan saksi pun diketahui dua bulan belakangan terakhir, korban kerap terlihat sakit-sakitan.

“Dari pemeriksaan awal kami belum menemukan adanya tanda kekerasan,” terangnya.

BACA JUGA :  Masyarakat Gunungsitoli Utara Digegerkan Penemuan Sesok Mayat di Pantai Hoya

Setelah adanya temuan tersebut, lanjut Ridwan, pihak keluarga korban di kampung pun telah diberi kabar. Dan hari ini rencananya zenajah akan di antar ke kampung halamannya di pula jawa sesuai permintaan keluraga pada senin ini (22/6/2020).

“Untuk dugaan sementara korban meninggal karana sakit, tetapi ini kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” pungkasnya.