Remaja Berusia 15 Tahun Jadi Korban Nafsu Bejat Ayah Tiri Hingga Alat Kontrasepsi Tertinggal di Dalam Rahim

oleh -52 views

apakabar.co– Remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi korban pelampiasan nafsu ayah tirinya AR (48) sejak bulan tahun 2020 yang lalu. Aksi bejat tersebut dilakukan dengan mengancam menggunakan senjata tajam.

Pencubulan terhadap Mawar (nama samaran) berawal ketika dirinya sedang berbaring sembari bermain handphone. Kemudian AR masuk ke kamar, dan langsung menodong pisau tepat di leher korban. Mawar pun tidak bisa berbuat apa-apa. AR pun kemudian langsung melakukan aksinya yakni menyetubuhi korban.

Selama setahun melakukan aksi pencabulan Mawar berusaha mencari jalan keluar untuk melarikan diri agar bisa lepas dari jeratan ayah tirinya, pasalnya AR juga tidak diperbolehkan Mawar pergi kemana-mana dan menyita handphone korban, agar korban tak dapat berkomunikasi dengan siapapun.

BACA JUGA :  Sejak 2015, Pria Paruh Baya Tega Cabuli Anak Tiri Berusia 13 Tahun

“Si pelaku (AR) menodongkan pisau terlebih dahulu ke leher korban (Mawar). Korban yang saat itu takut hanya bisa pasrah saja,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Abdul Rauf, melalui Kanit PPA Polres Kutim, Ipda Loewensky Karisoh melalui sambungan seluler. Kamis (30/9/2021).

“Saat korban diperiksakan ke rumah sakit sangkulirang, ternyata didalam rahim korban terdapat alat kontrasepsi yang tertinggal, dan dipastikan setelah korban dikuret, akhirnya alat kontrasepsi tersebut ditemukan,” sambungnya.

Lanjutnya, Ipda Loewensky Karisoh menjelaskan selama pelaku selalu melancarkan niat busuknya, Mawar terus mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Akhirnya setelah sekian lama, Mawar pun akhirnya bisa melarikan diri kerumah tetangganya yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Dan dengan bantuan tetangganya, Mawar bisa bertemu dengan ayah kandungnya, yang saat itu baru saja pulan dari dari Sulawesi.

BACA JUGA :  Dicekoki Minuman Keras, Ayah Perkosan Anak Kandung Beruasia 18 Tahun

“Dengan bantuan tetangganya, korban pun bertemu dengan ayah kandungnya. Kemudian disitulah korban langsung melaporkan kejadian yang sudah dialaminya selama setahun lebih ke ayah kandungnya,” jelasnya.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), akhir pihak kepolisian berhasil mengumpulkan barang bukti, yaitu satu pasang baju dan celana milik korban.

Akibat dari perbuatannya kini AR harus mendekam di bilik jeruji besi, sesuai dengan pasal 81  ayat (1), (2), (3) UU RI No 17 tahun 2016, tentang penetapan perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto pasal 6 KUHP, dengan hukuman penjara selama 18 tahun.