Satpol PP Samarinda Akan Lakukan Razia Terkait Penegakan Perwali Denda Masker

oleh -274 views
Satpol PP Samarinda Akan Melakukan Razia Terkait Penegakan Perwali Denda Masker (foto : Ilistrasi Masker)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Penegakan peraturan walikota (perwali) terkait sanksi sosial dan denda bagi warga yang tidak menggunakan masker di area publik akan dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda Muhammad Darham mengatakan bahwa dalam teknis pelaksanaannya, Satpol PP akan melakukan razia untuk menegakkan Perwali Nomor 38 Tahun 2020 tersebut. Terkait Eksekusinya akan dilakuka sweeping dan menggunakan cara-cara persuasif terlebih dahulu. Seperti teguran, kemudian pendataan.

“Kalau sudah dua kali baru kita kenakan dendanya,” sebut Darham.

Tentang besaran denda bagi masyarakat yang melanggar, ia menyebut dari 100 ribu sampai 250 ribu. Namun penetapannya tergantung kepada berapa kali orang tersebut terkena sweeping, jika sudah terkena dua sampai tiga kali maka denda yang akan dikenakan akan lebih mahal.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Pengedar Sabu Dibekuk, Barang Bukti Seberat 13 Kilo

“Tergantung datanya,” ucap Darham.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa lokasi-lokasi sweeping akan menyentuh pusat keramaian. Namun tidak menyentuh tempat ibadah.

“Yang jelas titiknya adalah daerah pasar tradisional dulu yang kita lakukan sweeping. Kalau tempat-tempat ibadah tidak mungkin kita jaga dan batasi,” tegasnya.

Untuk hal ini pihaknya mengimbau para pelaku usaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, ia menjelaskan bahwa pemilik toko atau usaha bisa dikenakan denda jika pelaku usaha tidak menetapkan batasan jumlah pelanggan.

“Buat tempat nongkrong, jangan sampai 20 orang yang berkumpul. Jika di atas 20, yah kita tegur. Data lagi, nanti dikenakan sanksi ke pemilik. Dia yang terdata beserta customernya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sempat Viral di Media Sosial, Wanita Penggelapan Motor N-Max Diamankan Polisi

Soal tempat hiburan malam (THM), Satpol-PP akan terus mengimbau. Namun ia mengakui bahwa pihak-pihak THM selalu aktif memberikan laporan.

“Ada security yang mengawasi, jika tidak menerapkan protap kesehatan kita akan tegur, tapi tidak mungkin pengunjung tidak memakai masker, di situ kan isinya orang-orang mampu, berduit semua,” katanya.

Adapun untuk penegakan perwali ini, Ia menyebutkan bahwa sudah ada sosialisasi terkait isi dari perwali serta sanksi-sanksi masker dan protokol kesehatan yang dianjurkan dari kepolisian dan TNI. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa pihak dalam penegakan Perwali tersebut.

“Satpol PP Samarinda juga akan didampingi Satpol Kecamatan dan Kelurahan yang ikut bergerak,” pungkasnya.