Dewan Sambut Baik Pelaksanaan PTM, Himbau Pemerintah Persiapkan Standar Kesehatan Sekolah

oleh -4 views
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husein

SAMARINDA.apakabar.co -Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sani Bin Husein menyambut baik Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disetiap sekolah yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sejak beberapa waktu yang lalu.

Kepada media dirinya mengatakan bahwa Pemkot telah melakukan hal yang tepat dengan meneruskan arahan dari Pemerintah Pusat.

“Saya sangat setuju dengan PTM. Ini upaya wali kota untuk secara bertahap memberikan kesempatan kepada sekolah – sekolah untuk dibuka,” ucapnya, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, setelah hampir setahun lebih pembelajaran melalui virtual dilaksanakan di rumah masing-masing. Untuk itu, ada empat poin yang mesti dilakukan pemerintah agar PTM berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA :  DPRD Sahkan Perda RPJMD 2021-2016, Wali Kota Sebut Korelasi dan Komunikasi Harus Semakin Membaik

Tak hanya itu, yang turut menjadi perhatian adalah bagi seluruh stake holder yang berkepentingan termasuk Pemkot Samarinda.

“Kebijakan PTM ini harus menerapkan prokes yang ketat,” sebutnya.

Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) itu menilai kendati hanya beberapa jam dilaksanakan, PTM diharapkan tetap bisa dilaksanakan dengan syarat-syarat tertentu. Selain itu peran orang tua mesti aktif memberikan perhatian kepada anak-anaknya semisal mengantar dan menjemput saat di sekolah.

“Kedua orang tua harus melakukan pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan sampai saat pulang sekolah, anak – anak bermain ke tempat lain,” ungkapnya.

Selanjutnya hal yang mesti dilakukan Disdik adalah melakukan evaluasi secara berkala yakni, evaluasi saat hendak mulai sekolah.

BACA JUGA :  Inginkan Sinkronisasi OPD, Bagus Susetyo Sebut Kaltim Belum Swasembada Beras

“Kalau perlu di test swab antigen semua untuk para siswa,” sebutnya.

Pemerintah juga harus menyiapkan segala sesuatunya jika saat pelaksanaan PTM dalam perjalanannya terdapat siswa yang terinfeksi.

“Persiapkan sarana dan prasarana kesehatannya juga disetiap sekolah. Kita tidak ingin ada klaster di sekolah. Pemerataan vaksinasi massal kepada para guru juga dilakukan, agar orang tua siswa tenang jika anaknya kembali bersekolah,” pungkasnya. (Adv)