DPRD Kaltim Minta Aktifkan Kembali Dewan Riset Daerah

oleh -84 views
Sarkowi V Zahry , meminta Balitbangda Kaltim untuk mengaktifkan kembali Dewan Riset Daerah. Untuk melakukan pengkajian berbagai macam hal, isu-isu strategis di Kaltim.

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry mengharapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim mengutamakan riset-riset prioritas dan inovasi yang mengarah kepada permasalahan yang sedang atau akan dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Contohnya mengenai adanya penurunan pendapatan.

“Maka, itu harus ada penelitiannya untuk mencari tahu bagaimana meningkatkan PAD,” ucapnya usai menghadiri rapat bersama Balitbangda Kaltim, Senin (26/10/2020).

Ia pun mengatakan bahwa untuk kemajuan pembangunan pun, disebut Owi perlu ada riset yang dilakukan untuk bahan evaluasi sekaligus perbaikan bagi pembangunan yang akan datang. Termasuk inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah daerah juga akan didorong agar didasari oleh hasil penelitian-penelitian dari Balitbangda Kaltim.

BACA JUGA :  Tidak Masuk Dalam RKAPD, Banggar DPRD Kaltim Tolak Program MYC

“Dibawahnya Balitbangda itu kan selama ini ada mitra yang disebut dewan riset daerah. Dewan tersebut melakukan pengkajian berbagai macam hal, isu-isu strategis di Kaltim. Mereka terdiri dari pakar lintas pemangku kepentingan. Mulai akademisi, pelaku usaha, guru, politisi, praktisi,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Komisi III meminta kepada Balitbangda Kaltim agar dewan riset daerah Kaltim itu kembali diaktifkan. Sebab sejak 2015 silam, dewan riset daerah tidak aktif hingga sekarang.

“Padahal, perannya sangat ditunggu di dalam forum-forum nasional dan internasional. Terlebih lagi, dewan riset daerah provinsi lain justru unjuk gigi,” katanya.

Mengulas lebih dalam alasan tidak aktifnya dewan riset daerah beber Owi lagi, hal itu dikarenakan sempat terjadi kekosongan kursi pimpinan.

BACA JUGA :  Banmus DPRD Kaltim Susun Agenda Kegiatan Dewan

“Kalau memang ada kekosongan lagi, maka mesti ada regenerasi kembali dan anggarannya bisa dianggarkan,” pungkasnya. (Adv)