Dua Perda Terkait Retribusi TKA dan Pernyertaan Modal Disetujuai Pemkot dan DPRD Samarinda

oleh -90 Dilihat
Penandatanganan Persetujuan Dua Perda Antara Pemkot dan DPRD Samarinda, Rabu (10/8/2022)

SAMARINDA.apakabar.co– Dua Peraturan Daerah (Perda) terkait Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan Perubahan Ketiga atas Perda nomor 3/2008 tentang Penyertaan Modal Pemkot Samarinda kepada Perusahaan Daerah Umum Air Minim (Perumdam) Tirta Kencana disetujui antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda melalui sidang paripurna, Rabu (10/9/2022).

Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bahwa Perda Retribusi Tenaga Kerja Asing (RTKA) bertujuan yakni, memberi kemanfaatan umum, kemudahan penanaman modal, meningkatkan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Ini sejalan dengan good goverment dan hood governance,” ucapnya.

Dijelaskan AH sapaan Wali Kota Samarinda bahwa Perda RTKA tersebut mengatur nama, objek dan subjek retribusi, golongan retribusi, cara mengukur tingkat penggunaan jasa, prinsip dan sasaran penetapan besarnya tarif, masa retribusi dan saat retribusi terutang, pemungutan retribusi, pengembalian kelebihan pembayaran dan insentif.

BACA JUGA :  Pemkot Samarinda Raih Predikat Pertama Keterbukaan Informasi Publik Kaltim, Andi Harun : Informasi Publik Adalah Keharusan

Lebih lanjut, AH menjelaskan jika Perda kedua yang di setujui terkait penyertaan modal kepada Perumdam Tirta Kencana bertujuan meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih.

Bahkan dirinya meninta kepada Seketaris Daerah (Sekda) untuk dapat berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Samarinda.

“Agar perda kita tidak salah dalam konteks hukum. Contoh pada saat kerjasama, di lapangan Perumdam Tirta Kencana, sementara Perda masih Perusahaan daerah saja,” jelasnya.

Selain penyediaan air bersih, AH mengatakan perubahan perda tersebut juga akan turut menyokong pendapatan asli daerah (PAD).

Perubahan ketiga Perda tersebut terdiri dari dua pasal, yakni Pasal I, berkaitan dengan besaran penyertaan dan penambahan modal yang dilakukan bertahap. Berupa uang Rp50 miliar dan berupa barang sebesar Rp942.552.409.582.

BACA JUGA :  Pj Sekda Kota Samarinda Dilantik, Andi Harun : Dapat Berikan Motivasi ASN Dalam Hal Peningkatan Kinerja

Selain itu, Pasal II yang memuat ketentuan mengenai masa berlakunya dan ketentuan mengenai istilah PDAM Kota Samarinda dibaca menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kencana.

“Kita bikin ruang, karena usaha Perumdam itu dinamis, kita tidak bisa pada saat dibutuhkan baru buat perda, jadi ia menjadi plafon, ketika sewaktu-waktu dibutuhkan modal kita sudah punya dasar,” pungkasnya.