Jelang Natal Kemendagri Keluarkan Instruksi PPKM Level III , Ini Tanggapan Anggota DPRD Samarinda

oleh -10 views
Sekretaris komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Samarinda, apakabar co — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Rupublik Indonesia (RI) resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III jelang libur natal dan tahun baru (Nataru) 2021.

Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021. Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 ini mulai berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar merespon positif kebijakan tersebut. Ia mendukung kebijakan tersebut untuk menjaga agar tidak timbul kluster baru Covid-19 pasca Nataru.

“Kalau kami mendukung saja selama itu bisa menekan pandemi covid 19. Kan sebentar lagi kita akan menghadapi libur Nataru. Jangan sampai nantinya karena dilonggarkan terjadi kluster Nataru,” ungkap Deni saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (24/11/2021).

BACA JUGA :  Kritik Proyek Pembangunan RS Korpri, Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Pemprov Dampak Lingkungan Yang Akan Timbul

Namun Deni menyadari, pemberlakuan PPKM level III ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tepian.

“Ini kan kegiatan UMKM sudah mulai kembali digelar, seperti tepian yang sudah dibuka. Nah ini yang di khawatirkan mereka ini akan terdampak lagi,” ucapnya.

Sementara ditanya terkait dampak terhadap sektor pendidikan. Deni menyebut bahwa sektor pendidikan khususnya sekolah di Samarinda tidak akan terdampak, lantaran seluruh anak sekolah akan mendapatkan libur natal dan tahun baru.

“Kalau untuk anak-anak sekolah sih gak akan terdampak karena mereka ini pastinya libur nanti jelang nataru kalau nggak salah dari tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022,” bebernya.

BACA JUGA :  Tindak Tegas Pelanggaran SPBU, Komisi III DPRD Samarinda Siapkan Rekomendasi Tutup

“Namun seperti yang saya bilang, kemungkinan yang terdampak ini pastinya pelaku UMKM, serta para pelaku pariwisita,” sambungnya.

Untuk itu, Deni mengimbau agar seluruh masyarakat di Samarinda terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimana pun berada guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Samarinda. (Adv)