Ketua Komisi III DPRD Samarinda Beberkan Hasil Kunjungan Kerja ke Kabupaten Lombok Tengah

oleh -6 views
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya

Samarinda, apakabar.co — Usai bertandang ke Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (18/11/2021) yang lalu.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya mengaku menemukan banyak hal yang membuat Kabupaten Lombok Tengah berkembang secara signifikan. Baik infrastruktur, tata ruang, dan kemajuan sektor ekonomi.

Salah satunya dampak dari dibangunnya sirkuit balap Mandalika oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan sirkuit tersebut membuat daerah Lombok Tengah ikut terdampak. Pasalnya, hanya ada tiga hotel berbintang yang ketika penyelenggaraan WorldSBK Indonesia 2021 langsung terisi penuh oleh wisatawan baik lokal maupun asing.

“Itu akan berdampak juga kepada pedagang-pedagang. Banyak sektor yang terbantu dengan adanya sirkuit tersebut,” tuturnya, Rabu (23/11/2021).

BACA JUGA :  Jadi Sektor Prioritas Pemulihan Ekonomi, Perda Pertanian Akan Segera Disahkan DPRD Samarinda

Mengenai tata ruang pun, dikatakan Angkasa bahwa Kabupaten Lombok Tengah sudah sangat baik. Terbukti, dalam pelaksanaan WorldSBK Indonesia 2021 di sirkuit Mandalika saja, parkir pengunjung diharuskan berada diluar sirkuit dengan jarak sekira 2 kilometer.

“Masuknya menggunakan bus, dan pengunjung itu menunggu di halte. Ada sekira 2 kilometer baru sampai di sirkuit Mandalika. Termasuk pak Ganjar juga naik bus itu,” ungkapnya.

Dari beberapa hal yang didapat DPRD Samarinda pada agenda kunjungan kerja itu, Angkasa menilai jika Kota Samarinda mampu membangun sarana dan prasarana pembangunan yang baik maka dipastikan akan berdampak pada banyak sektor.

Politisi PDI Perjuangan itu secara penuh mendukung pembangunan di Kota Tepian yang kini telah diupayakan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

BACA JUGA :  Sikapi Antrean Panjang Terkait Bahan Bakar, Komisi III DPRD Kaltim Berencana Akan Sidak Ke Sejumlah SPBU

Seperti wacana pembangunan terowongan bawah tanah hingga kereta api, skytrain, atau monorel menuju Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Karena Samarinda ini Kota jasa. Artinya, perhotelan dan sebagainya itu juga perlu dikembangkan lagi,” pungkasnya. (Adv)