Komisi IV DPRD Kota Samarinda Minta Pemkot Berikan Edukasi Pemahaman Terkait Pergaulan Bebas

oleh -4 views
Suryani, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda

SAMARINDA.apakabar.co– Pergaulan bebas jadi salah satu faktor tindakan kriminal terjadi. Kasus aborsi yang dilakukan seorang wanita berinisial NA (25) di kamar indekosnya, membuat geger warga di Kecamatan Samarinda Ulu.

Pelaku tega mengeluarkan bayi yang berada di dalam kandungannya secara paksa dengan mengkomsumsi obat dosis tinggi. Bahkan jasad bayi tersebut dibuang ke pot bunga.

Dari peristiwa ini sejumlah pihak angkat  bicara, termasuk anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Suryani. Dirinya mengatakan sangat miris dengan kejadian tersebut, pasalnya ia menilai jika apa yang dilakukan itu sangat kejam lantaran pelaku dengan tega menggugurkan janin yang sudah mencapai 8 bulan.

“Ini miris sekali, apalagi ini dilakukan oleh seorang mahasiswi yang memiliki pemikiran luas. Dengan teganya membunuh jabang bayinya yang sudah berusia 8 bulan, kan tinggal menunggu lahirnya aja lagi,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (6/10/2021).

BACA JUGA :  Anggota Komisi II DPRD Samarinda Dukung Aplikasi SiPaRet, Dengan Harapan  Bisa Tingkatkan PAD

Lebih lanjut, Suryani menjelaskan Pemeritah Kota (Pemkot) Samarinda melalui OPD terkait harus bisa lebih aktif untuk memberikan pemahaman edukasi kepada anak muda di Samarinda, tentang bahayanya pergaulan bebas.

“OPD terkait harus gencar memberikan edukasi kepada anak muda bahayanya seks bebas, Supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ucapnya.

Politisi dari fraksi PDIP tersebut berharap generasi muda bisa menfilter pergaulan untuk tidak terlalu bebas karena bisa merugikan diri sendiri.

“Sebelum melakukan hal-hal seperti itu, harus berpikir dahulu. Akibatnya seperti apa. Karena rugi bukan orang lain melainkan yang rugi kita,” pungkasnya.