Pemkot Samarinda Soroti 9 Persoalan Terkait Kajian Rencana Penanggulangan Bencana

oleh -23 views
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Memberikan Sambutan Saat FGB di Rumah Jabatan, Kamis (15/4/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Sembilan persoalan masuk dalam kajian Focus Grup Disccusion (FGB) yang digelar di Aula Rumah Jabatan (Rumjab) Wali Kota Samarinda, Kamis (15/4/2021).

Kesembilan persoalan tersebut meliputi penanggulangan bencana banjir, longsor, difteri, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), epidemi, wabah penyakit serta gagal teknologi.

Terkait hal tersebut, ditemui usai melakukan FGB Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan bahwa dirinya belum menerima apa saja daftar dan berapa rencana anggaran biaya terkait rencana penanganan penanggulangan bencana di Kota Tepian ini.

“Belum saya terima daftarnya, dan berapa rencana anggaran biayanya,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang nantinya akan menyerahkan rancangan biaya anggaran tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Usulkan Storage Tank Pertamina Dipindah, Lokasinya Selili Atau Palaran

“Harus kita hitung, kira-kira seberapa kebutuhan kita secara ideal untuk penanggulangan bencana di Samarinda,” jelas Andi Harun.

AH sapaan akrabnya juga menyebut jika selain logistik dan fasilitas, hal yang paling penting lainnya dalam kebijakan penanggulangan bencana adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni.

“Peran personil juga menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam penanganan penanggulangan bencana,” sebutnya.

“Yang tak kalah penting dalam penanganan penanggulangan bencana di Samarinda adalah sinergitas oleh Pemkot Samarinda bersama TNI-POLRI serta peran masyarakat sendiri,” sambungnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Plt Kepala BPBD Kota Samarinda, Wahiduddin menjelaskan secara singkat jika dalam dokumen perencanaan pihaknya akan menjadi pendamping penyusunan RPJMD Pemkot Samarinda Tahun 2021.

BACA JUGA :  Sembilan Bapaslon Yang Diusung Resmi Terima Form B1-KWK Dari Partai Gerindra

“Sangat berdampak terhadap pembangunan di Samarinda ke depannya,” ucapnya.

“Pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, pada akhirnya tidak akan bisa optimal,” pungkasnya. (Adv)