Pemkot Samarinda Berencana Pindahkan TPA Bukit Pinang, Andi Harun Sebut Sudah Komunikasi Dengan Pemkab Kukar Terkait Lokasi Baru

oleh -75 views
Walikota Samarinda, Andi Harun Ditemui Media Usai Melakukan Talk Show Terkait Porgram 100 Hari Kerja Pemkot Samarinda, Selasa (9/3/2021)

APKABAR.CO-SAMARINDA. Keluhan mendasar masyarakat Samarinda menjadi pembahasan saat Walikota Samarinda, Andi Harun memaparkan program 100 hari kerja Pemkot Samarinda dalam acara talk show dengan salah satu stasiun radio swasta Kota Samarinda, Selasa (9/3/2021) di Balaikota Samarinda.

Salah satu yang menjadi persoalan adalah terkait pengelolaan sampah, Andi Harun menyebut jika produksi sampat masyarakat Samarinda berkisar antara 400-600 Ton. Tentu dibutuhkan manajemen pengelolaan.

Dalam hal ini Pemkot Samarinda akan memulainya dari bawah yang pada ujungnya ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan bahkan jika ada pihak ketiga tertarik kita akan sampai pada tahap mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Karena selama ini TPS ada di jalan-jalan utama, secara swadaya ada masyarakat yang mengangkutnya langsung ke TPA. Tentu Pemkot akan membenahinya dari bawah.

“Pertama kita hapus TPS yang ada di jalan-jalan utama untuk menjadikan dukungan upaya kita membangun Samarinda bersih, lalu akan kita pindah ketempat yang relatif memang cocok sebagai tempat sampah,” ucapnya.

BACA JUGA :  Satpol PP Segera Laksanakan Instruksi Walikota Samarinda Untuk Tutup Lokalisasi Solong

“Dari lingkungan rumah tangga pesan yang ingin kita sampaikan, kumpulkan sampah lalu buang ditempat yang memang ikut mendukung terciptanya keindahan kota,” tambahnya.

Disebutkan Andi Harun, saat ini Pemkot Samarinda nuga telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dan pihak swasta agar TPA untuk bekerjasama terkait lokasi baru TPA.

“Paling lambat di tahun depan TPA di Bukit Pinang akan kita pindah,” sebutnya.

Alasan pemindahan tersebut dijelaskan AH sapaan akrabnya bahwa diwilayah tersebut ada sekolah yang setiap harinya mengeluh ketika hujan turun airnya mengalir dan menjadi bau, karena dilokasi TPA yang ada saat ini sangat dekat dengan perumahan.

Ia juga menilai bahwa Kota Samarinda menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang TPA nya berada ditengah-tengah kota. Selain itu masalah sampah juga menjadi salah satu penyebab banjir yang selama ini melanda Kota Tepian.

BACA JUGA :  37 RT Se Kelurahan Sungai Pinang Luar Resmi Dilantik, Rusmadi Titip Permasalahan Sampah

“Permasalahan sampah ini jika tidak dikelola secara benar menjadi salah satu penyebab banjir, karena selain lumpur, parit juga dipenuhi sampah,” sebutnya.

“Kita sendiri sebagai masyarakat apakah sudah mengelola sampah rumah tangga kita dengan benar. Ini menjadi pertanyaan mendasar yang membuat kita harus berani berubah. Dari unsur masyarakat harus bergerak keatas, tinggal pemerintah membuatkan sistem pengelolaan sampah yang baik. Sehingga Kota Samarinda dalam waktu dekat satu atau dua tahun kedepan akan bersih, pelan-pelan akan menjadi citra kita menjadi kota yang tidak lagi sampahnya terkelola dengan baik,” pungkasnya. (adv)