Pengukuhan Forum Puspa Bunga Gerecek, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Terlibat Untuk Perangi Kekerasan Perampuan dan Anak

oleh -55 views
Walikota Samarinda Andi Harun Kukuhkan Forum Partisipasi Publik Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bunga Gerecek, Jumat (12/3/2021).

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut disampikan Walikota Samarinda, Andi Harun usai melakukan pengukuhan Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bunga Gerecek Kota Samarinda, Jumat (12/3/2021) di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda.

Ia menyebut bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk melaksanakan semua bidang pembangunan, termasuk diantaranya adalah bidang pemberdayaan perempuan dan anak, sehingga Pemkot dapat melihat bagaimana pemerintah nasional membuka partisipasi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini juga diharapkan bisa memotivasi partisipasi publik dalam rangka kita bersama-sama mengurus dan memberikan perhatian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap kegiatan pemeberdayaan perempuan dan anak, demikian pula pada kegiatan advokasi pada tingkat tindak pidana kekerasan pada perempuan dan anak,” sebutnya.

BACA JUGA :  Andi Harun Serahkan Dua Bukti Baru Dugaan Penyebaran Berita Bohong di Kanal YouTube

Ia mengatakan bahwa di akhir-akhir ini banyak menyaksikan bagaimana terus menerus berlangsung kekerasan terhadap perempuan dan anak di hampir semua daerah termasuk di Samarinda. Bahkan eksploitasi paling jelas dapat kita lihat adalah dengan di desain menjadi anak jalanan (anjal).

“Dengan memanfaatkan anak-anak yang terorganisir, tentu desain tersebut akan mengakibatkan anak-anak kehilangan kesempatan untuk menempuh pendidikan dan meniti masa depan akibat adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawan dengan memanfaatkan mereka,” ucapnya.

Untuk itu, Pemkot Samarinda dalam hal ini telah berusaha untuk meretas dan mengatasi semuanya, namun pemerintah juga butuh partispasi dan keterlibatan dari masyarakat dalam mengatasi hal tersebut, termasuk soal kolaborasi kita dalam membangun bidang perempuan dan anak untuk kegiatan-kegiatan yang tidak merugikan perempun dan anak.