Rencana Revitalisasi DAS Pemkot Samarinda Terkendala Lahan Hotel Harris, Andi Harun Minta Bangunan Kafe Dibongkar

oleh -32 views
Wali Kota Samarinda Andi Harun Bersama Jajaran Pemkot Samarinda Meninjau Lahan Didepan Hotel Harris, Senin (2/8/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) untuk merevitalisasi aliran sungai yang mengarah dari Gang Mujahidin Kecamatan Sungai Kunjang ke Sungai Mahakam terkendala lahan tanah diwilayah Hotel Harris.

Dalam hal ini Pemkot dipimpin Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan pengecekan lapangan langsung kelokasi tersebut, Senin (2/8/2021) siang.

Disela-sela pengecekan, Andi Harun kepada media mengatakan bahwa Pemkot akan mengamankan posisi lokasi aliran tersebut yang mana dikatakan masuk tanah hotel numun nyatanya diluar lahan hotel.

“Sehari dua hari ini saya akan turunkan tim untuk mengukur, saya juga sudah mengantongi sertifikat dilokasi ini. Kira-kira pagar batas parkir sampai ke belakang, jadi sebagain besar mushola yang ada dilokasi ini masuk dalam zona Daerah Aliran Sungai (DAS),” ucapnya.

Andi Harun juga mengatakan jika Pemkot telah memiliki dokumen pada pada saat pemberian izin, disana tertuang perjanjian jika bangunan yang berada di zona DAS harus segera dibongkar.

BACA JUGA :  Andi Harun Lantik Dua Pejabatan Baru di Lingkungan Pemkot Samarinda

“Sampai saat ini bangunan itu belum dibongkar. Dalam dua hingga tiga hari kedepan saya akan keluarkan surat untuk memerintahkan melakukan pembongkaran,” sebutnya.

AH biasa Wali Kota disapa menyebut bahwa  untuk sementara fokus Pemkot Samarinda hanya pada dua objek tersebut, terkait masalah yang lain dirinya akan segera merapatkan teknis kedalamnya bersama dinas terkait. Sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Pemkot akan meminta kepada pihak pengelola untuk melakukan pembongkaran secara mandiri dan akan memberikan batas waktu, namun jika yang bersangkutan tidak melakukan pembongkaran maka tim dari Pemkot bersama TNI-Polri yang akan melakukan pembongkaran.

“Pemkot hanya mengamankan zona DAS saja tidak ada rencana dimanfaatkan untuk bangunan lain. Karena program pemkot adalah pengendalian banjir jadi sektor esensial dibidang lahan satu-persatu dilaksanakan,” ucapnya.

Ditegaskan AH bahwa langkah awal yang dilakukan Pemkot saat ini adalah mengamankan terlebih dahulu lahannya, kedepan pemkot akan membahas teknisnya yang akan dikaji secara khusus oleh Dinas PUPR untuk menganalisa dan juga dari sisi lingkungannya.

BACA JUGA :  Buka Muscab Gerakan Pramuka Samarinda, Wali Kota Berharap Pramuka Dukung Program Pemerintah

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan pada pemimpin yang sebelumnya, ketika pemberian izin ini maka disepakati untuk dibongkar namun hingga saat ini masih belum di bongkar. Saya hanya tindak lanjuti saja apa yang pernah disepakati,” katanya.

Sementara itu, dilokasi yang sama Kepala DLH Kota Samarinda Nurrahmani menyebut jika lahan yang ada depan Hotel Harris kembali akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Nanti kita akan lihat jalur DAS-nya tertutup apa tidak. Kita kembalikan menjadi RTH. Kalau perlu, ada jogging track sampai ke Big Mall sepanjang pinggir sungai karena kita kan kekurangan RTH,” sebutnya.

Sebagai pemilik lahan, Rudy Darmawan, pihaknya kurang tahu kapan kesepakatan itu dibuat. Namun, ia janji pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah.

“Kalau kami mengikuti peraturan aja. Kita juga usahakan bongkar mandiri,” pungkasnya. (Adv)