Serentak di 10 Kecamatan, Pemkot Samarinda Lakukan Vaksinasi Massal

oleh -42 views
Masyarakat Umum Mengikuti Vaksinasi Massal Yang Dilaksanakan Oleh Pemkot Samarinda, Senin (14/6/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan menggelar vaksinasi massal yang rencananya digelar di 10 Kecamatan di Kota Samarinda. Kegiatan vaksinasi massal tersebut akan didukung penuh dari kepolisian Polresta Samarinda karena berdasarkan instruksi langsung dari Kapori untuk mempercepat pencapaian herd immunity.

Mewakili Wali Kota Samarinda, Andi Harun Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Samarinda, Ismet Kusasih mengatakan bahwa vaksinasi massal tersebut targetnya sesuai dengan sasaran Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yakni, pra lansia, tenaga pendidik, masyarakat rentan lainnya dan pelayanan publik.

“Jadi target kita mudah-mudahan dalam seminggu ini kita bisa mencapai sasaran kurang lebih 9.500 orang divaksin yang dilakukan di masing-masing kecamatan di Samarinda,”ucapnya pada media usai membuka kegiatan Vaksinasi Massal di Gedung Buddhist Center Samarinda, Senin (14/6/2032).

Selanjutnya, untuk tenaga medis yang membantu kegiatan vaksinasi ia menyebut jika  26 Puskesmas akan bergerak sebagai vaksinator juga ada dukungan dari Kepolisian dan Dandim termasuk semua unsur yang terlibat didalam Satgas Covid-19.

BACA JUGA :  TP-PKK Kota Samarinda Safari Ramadan, Beri Santunan Hingga Gelar Bazar Murah

“Kita bersyukur Covid-19 samarinda tidak separah daerah Jawa dan Sumatera, saat ini cukup melandai namun kita jangan cepat berpuas diri tetap waspada, karena menurut pengalaman kita selama setahun yang lalu, kita beberapa kali mengalami lonjakkan-lonjakkan. Saat ini bisa dipastikan dalam 3-4 minggu ini kota Samarinda terus melandai dan menurun,” sebutnya.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Samarinda, Ismet Kusasih Memberikan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Vaksinasi Massal Oleh Pemkot Samarinda

Dijelaskan Ismet jika positif rate dibawah nasional kemudian angka kesembuhan kita juga diatas nasional dan yang paling terpenting adalah kapasitas untuk rumah sakit, saat ini masih dibawah 60 persen, karena kalau dibawah standar WHO adalah diatasnya.

“Jadi intinya sekarang bagaimana kita mempercepat herd immunity agar kekebalan populasi cepat tercapai, tapi sekali lagi vaksinasi ini bukan satu-satunya untuk memutus rantai, tetaplah dengan protokol kesehatan yang ketat, dan kita akan terus melakukan 3T testing, tracing dan treatment,” jelasnya.

BACA JUGA :  Masuki Era Digitalisasi, Andi Harun : Media Sosial Berpengaruh Dalam Penyebaran Informasi Kinerja Pemerintah

Sementara itu, Ketua Buddhist Center Samarinda, Pandita Hendri Suwito selaku pelaksana mengharapkan melalui vaksinasi massal akan tercipta kekebalan secara maksimum ditengah-tengah lapisan masyarakat di Kota Samarinda.

“Untuk peserta sendiri yang telah mendapatkan persetujuan melalui dinas kesehatan kota Samarinda yaitu lansia, pra lansia, tenaga pendidik, pelayanan publik yang telah ditentukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Jadi, intinya kami mengikuti semua aturan yang telah ditetapkan agar pelaksanaan ini tidak nantinya menimbulkan salah persepsi,”ucapnya.

Ia menegaskan jika keterlibatan Buddhisst Center dalam kegiatan vaksinasi massal tersebut merupakan bentuk tugas negara dan misi kemanusiaan.

“Untuk itu Buddhisst Center harus berada paling depan untuk membantu tugas-tugas negara. Selain itu tugas ini juga berangkat dari panggilan kemanusiaan,”pungkasnya. (Adv)