Sesuai Dengan Zona Tata Ruang, Wali Kota Samarinda Setujui Proses Permohonan Izin RTRW

oleh -27 views
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan penjelasan terkait hasil rapat permohonan proses perizinan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda, Senin (9/8/2021) di ruang rapat Wali Kota Samarinda.

Kepada media usai melakukan rapat, Andi Harun mengatakan bahwa ada tiga poin permohonan terkiat proses perizinan tata ruang. Yakni, permohonan pendirian SPBU, permohonan galangan dan reparasi kapal dan permohonan perubahan tata ruang perumahan.

“Untuk saat ini RTRW tahun 2014 beberapa permohonan belum bisa diproses, karena masih ada diantaranya yang sudah sesuai dan masih ada yang berbenturan dengan tata ruang,” ucapnya.

Sementara itu setalah dilakukan pengecekan dalam tata ruang di 2021 secara umum semua nya sudah sesuai, namun permasalahannya hanya belum disahkan.

BACA JUGA :  Contoh Kota Surabaya, Pemkot Samarinda Akan Bangun Drainase Ditengah Jalan

“Pada prinsipnya saya memberikan persetujuan untuk diproses karena sesuai dengan zona tata ruang di tahun 2021. Persetujuan ini akan diformalkan setelah disahkan melaui Peraturan Daerah (Perda) RTRW,” sebutnya.

AH biasa Wali Kota disapa bahwa dalam hal proses perizinan ini Pemkot Samarinda berkomitmen untuk mempermudah kegiatan investasi terlebih disaat pandemi Covid-19.

“Sebenrnaya pengajuan itu sudah lama, cuma kendalanya hanya pada zona tata ruang. Ini yang harus kita terobos, karena tidak boleh ada kebijakan yang menghambat investasi daerah,” ujarnya.

Disampaikan AH, jika RTRW 2021 nanti selain bisa mengakomodir banyak hal juga untuk mengakomodir kepentingan terhadap lingkungan, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lain sebagainya agar zonasi pembangunan benar-benar tertata rapi.

BACA JUGA :  Jadi Narasumber Diskusi KPK, Andi Harun Sampaikan Lima Poin Strategi Selamatkan Aset Pemerintah

“Harus dibedakan, mana zona kawasan industri, pemukiman perumahan, jasa perdagangan, kawasan RTH dan Pertanian untuk target Perda yang akan disahkan. Kita berharap mudah-mudahan maksimal sampai bulan November karena harus sejalan dengan DPRD,” pungkasnya. (Adv)