Tindak Tegas Pelanggaran SPBU, Komisi III DPRD Samarinda Siapkan Rekomendasi Tutup

oleh -17 Dilihat
Jasno Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda

Samarinda, apakabar.co – Dugaan pengetapan solar subsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Samarinda menjadi sorotan Komisi III DPRD Samarinda.

Tak tanggung-tanggung, Anggota Komisi III, Jasno mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas kepada pihak SPBU yang sengaja ketahuan bermain dengan distribusi solar subsidi.

“Kami masih akan panggil lagi pihak-pihak terkait. Beberapa titik SPBU sudah mulai tertib. Tapi ada beberapa titik yang masih mucil. Kami akan lanjutkan tinjauan dan mengevaluasi kembali,” ungkap Jasno kepada awak media saat ditemui di kantor DPRD Samarinda beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, pihaknya pun telah mengimbau kepada pihak SPBU untuk membatasi penjualan solar subsidi agar pendistribusiannya bisa merata. Pihaknya meminta, kendaraan yang biasanya dapat mengisi 200 liter, dibatasi dengan hanya mengisi 150 liter saja. Tujuannya untuk mengurai antrean truk di SPBU-SPBU.

BACA JUGA :  Terima Usulan Pembangunan Drainase di Kelurahan Sidodamai, Angakasa Jaya Minta Warga Suka Rela Beri Sedikit Tanahnya

“Kalau masih ada antrean, kami minta pihak Pertamina untuk sementara (satu bulan) tidak melayani terlebih dahulu. Mereka tidak boleh main-main. Acuannya ya evaluasi saat sidak itu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan dari pihak PT Pertamina menyampaikan bahwa kuota solar subsidi telah sesuai dengan jalur pendistribusiannya.

“Dari Pertamina mengaku tidak ada yang dikurangi. Tapi minyak yang tidak ada, itu kemana? Ini persoalannya yang menyebabkan antrean,” lanjut Politisi PAN itu.

Namun ia menyebut, di beberapa titik SPBU telah berangsur tertib. Seperti SPBU di wilayah Samarinda Seberang dan sekitarnya.

“Di Seberang itu menggunakan sistem kupon. Jadi kalau solar habis, lalu tersisa 20 truk tertinggal, maka mereka diberikan kupon dengan melampirkan nomor telepon. Jadi, akan dipanggil ketika antreannya tiba. Itu di SPBU Samarinda Seberang, jadi tidak ada antrean,” pungkasnya. (Adv)