Dampak Bentrok Lembah Galwan, India Blokir 59 Aplikasi Kreasi Cina

oleh -155 views
59 aplikasi Cina yang dilarang dihapus dari Google Play store, App store (Ilustrasi: India Expres)

apakabar.co-Samarinda. Pemerintah India telah memblokir 59 aplikasi yang terhubung ke Cina. Puluhan aplikasi itu dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan dan kedaulatan negara tersebut.

Laman Anadolu Agency menyebutkan, TikTok, UC Browser, Wechat, dan ShareiT termasuk dalam aplikasi yang diblokir. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak keluhan dari berbagai sumber, termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan sejumlah aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS.

Contoh penyalahgunaan itu adalah pencurian data pengguna. Data tersebut kemudian ditransmisikan secara ilegal ke server di luar India. Tindakan itu dianggap membahayakan keamanan dan pertahanan nasional India.

“Mengingat sifat ancaman yang muncul, (Kementerian Teknologi Informasi) telah memutuskan memblokir 59 aplikasi karena mengingat informasi yang tersedia, mereka terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India dalam keterangannya, Senin (29/6).

Beberapa menit setelah pengumuman itu, akun TikTok Pemerintah India MyGov dinonaktifkan. Akun tersebut memiliki 1,1 juta pengikut.

Keputusan India melarang aplikasi buatan Cina dilaterbelakangi oleh ketegangan dengan pasukan Cina di Ladakh timur, Himalaya. Pasukan India dan pasukan Cina terlibat bentrokan pada 15 Juni di Lembah Galwan. Dalam bentrokan itu, India kehilangan 20 orang anggota militer, sementara Cina hingga kini belum merilis jumlah kerugian yang dialami.

BACA JUGA :  Indonesia Kedatangan 1,2 Juta Vaksin Corona, Berapa Harganya?

Kematian itu memicu kemarahan besar dan protes jalanan di India. Sentimen anti-Cina telah lama membara di India karena impor murah yang membanjiri negara itu. Tetapi bentrokan perbatasan telah membawa peningkatan ketegangan dengan seruan untuk memboikot produk-produk Cina.

Bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari Cina, termasuk produk Apple, Cisco dan Dell. Ponsel Cina memiliki pangsa pasar hampir 65 persen, sementara aplikasi seperti TikTok dan Helo populer di kalangan anak muda India. Di antara aplikasi lain yang telah dilarang adalah WeChat, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android Google, UC Browser Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi.

Larangan penggunaan aplikasi Cina menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan seperti Bytedance yang berbasis di Beijing. Perusahaan itu yang memiliki rencana untuk menginvestasikan 1 miliar dolar AS di India, membuka pusat data lokal, dan meningkatkan lapangan kerja di negara tersebut.

Cina mengatakan, mereka prihatin dengan keputusan India melarang aplikasi telepon pintar dari Cina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhou Lijian mengatakan, India bertanggung jawab melindungi hak-hak pengusaha Cina. “Kami ingin menekankan Pemerintah Cina selalu meminta pengusaha Cina untuk mematuhi hukum dan regulasi internasional dan lokal,” kata Zhou dalam konferensi pers harian seperti dilansir Aljazirah, Selasa (30/6).

BACA JUGA :  Isu Video Putra Joe Biden, Facebook dan Twitter Tangkal Berita New York Post

Sementara TikTok membantah tudingan India soal transfer data para pengguna India. “TikTok terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data berdasarkan hukum India dan belum berbagi informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk Pemerintah Cina,” ujar Head of TikTok India, Nikhil Gandhi, dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Aljazirah, Selasa.

“Kami menempatkan kepentingan tertinggi soal privasi dan integritas pengguna,” ucap Gandhi.

Peramban UC Browser dan dua aplikasi Xiaomi juga dilarang beroperasi. Pada April lalu, perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower mengatakan bahwa India salah satu pengunduh TikTok terbesar di dunia. Aplikasi itu sudah diunduh 611 juta kali di India atau 30,3 persen dari total unduhan.

ByteDance berencana untuk berinvestasi sebesar 1 miliar dolar AS di India. Mereka juga telah membuka pusat data di sana dan baru-baru ini menyelesaikan proses penerimaan karyawan. Sentimen anti-Cina memang sudah lama ada di India atas tuduhan membanjiri impor murah ke negeri itu. Tapi, bentrokan berdarah di perbatasan bulan ini memicu seruan boikot produk-produk Cina.

Artikel ini Sudah tayang pada laman Republika dengan Judul : India Blokir 59 Aplikasi Kreasi Cina