Vaksin Corona jadi target hacker, Kominfo buat pertahanan

oleh -89 views
Ilustrasi foto. (pexels.com/Anthony Shkraba).

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Banyak hacker telah mengintai  dan melakukan serangan siber, seiring telah dimulainya distribusi vaksin Corona ke sejumlah Negara.

Lalu, bagaimana mengenai kesiapan pemerintah Indonesia untuk menangkal  serangan siber tersebut?

Kaspersky yang merupakan perusahaan keamanan internet menyebutkan bahwa pada 2021 serangan siber telah menargetkan vaksin Corona dan diprediksi akan menigkat.

Serangan siber selain merusak reputasi digital yang mengembangkan vaksin COVID-19 tersebut, serangan itu juga untuk mencuri data logistik sampai finansial.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah mendaratkan vaksin Corona buatan sinovac  dari China. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac telah diterima dan ditampung di Bio Farma.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan, pihaknya saat ini mendukung pengembangan dashboard data vaksinasi COVID-10 Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

BACA JUGA :  Begini Cara Cek Kapasitas Penyimpanan Google Photos

Kominfo memastikan bahwa serangan siber dari sekelompok hacker tersebut bisa ditangkis, sehingga tidak merugikan Indonesia yang sedang berupaya bangkit setelah diterpa pandemi.

“Dalam pengembangan sistem informasi tersebut, Kominfo selalu berusaha mengedepankan pelindungan data pribadi dan keamanan informasi. Upaya ini tentu merupakan kerja sinergis dengan Kementerian/Lembaga/pihak-pihak lain yang terlibat sesuai dengan tupoksi masing-masing,” jelasnya, Kamis (10/12/2020).

Seiring dengan kedatangan Sinovac ini, pemerintah juga menunjuk lima juru bicara terkait Vaksin Corona, di antaranya:

  1. Prof Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)
  2. dr Reisa Broto Asmoro (Satgas Penanganan COVID-19)
  3. dr Siti Nadia Tarmizi (Kemenkes)
  4. Lucia Rizka Andalusia (BPOM)
  5. Bambang Heriyanto (PT Bio Farma)

Dedy menjelaskan peran jubir vaksin Corona sebagai sumber informasi yang diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap proses vaksinasi yang sedang dan akan berlangsung.

BACA JUGA :  Pahami! Berikut Beda Antara Rapid Test Antigen dan Swab Test PCR

“Kami berharap dengan pengelolaan komunikasi publik yang terpusat seperti ini, masyarakat tidak dibingungkan oleh informasi dan pernyataan yang simpang siur dari pihak-pihak yang tidak memiliki otoritas atau keahlian pada bidangnya,” tandasnya.

 

Artikel ini sudah tayang pada laman detikinet.com dengan Judul :  Vaksin Corona Diserang Hacker, Kominfo Bentengi Pertahanan”

No More Posts Available.

No more pages to load.