Waspada Bahaya Aplikasi Clubhouse Mengintai Para Pengguna

oleh -71 views
Aplikasi Clubhouse (Unsplash.com/@artcoastdesign)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Clubhouse merupakan aplikasi media sosial khusus audio yang dikenal eksklusif dan hanya bisa digunakan pada iPhone dengan minimal iOS 13 saja.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, aplikasi media sosial khusus audio pun semakin populer serta banyak digunakan.

Namun, clubhouse seperti aplikasi lainnya juga memiliki risiko keamanan ketika digunakan, sehingga perlu untuk ditinjau sebelum diunduh dan digunakan.

Melansir Medium, obrolan audio dalam aplikasi ternyata tidak benar-benar dihapus setelah semua orang meninggalkan ruangan. Kebijakan privasi yang dibuat Alpha Exploration mengatakan bahwa percakapan akan dihapus secara otomatis jika tidak ada yang melaporkan ‘Pelanggaran Kepercayaan dan Keamanan’ sepanjang obrolan.

Dengan kata lain, jika ada insiden, Clubhouse menyimpan audio tersebut hingga ‘penyelidikan selesai’. Meskipun mereka menambahkan bahwa rekaman audio sementara dienkripsi, mereka menyatakan berhak untuk membagikannya dengan penegak hukum jika perlu.

BACA JUGA :  Perayaan Imlek 2021 Ditengah Pandemi Dirayakan Secara Sederhana, Pengurus Klenteng Thien Ie Khong Himbau Tak Ada Open House

Risiko keamanan lain yakni Clubhouse meminta akses ke seluruh buku alamat pengguna untuk mengundang orang lain yang belum menggunakan aplikasi. Itu berarti semua kontak disimpan dan diunggah ke server Clubhouse.

Clubhouse juga tidak membahas perlindungan data yang diatur dalam UU Perlindungan Data Pribadi Uni Eropa (GDPR). Padahal, UU mengatur subjek data harus diberi tahu tentang bagaimana data mereka diproses. Hal itu wajib kecuali warga negara Uni Eropa dilarang bergabung.

GDPR tidak disebutkan dalam Syarat Penggunaan dan Kebijakan Privasi Clubhouse.

Melansir Reuters, Stanford Internet Observatory (SIO) mengatakan telah mengonfirmasi bahwa perusahaan teknologi China, Agora Inc menyuplai infrastruktur back-end ke Clubhouse. Perusahaan itu juga kemungkinan akan memiliki akses ke audio mentah para pengguna, yang berpotensi diakses oleh pemerintah China.

SIO juga mengatakan bahwa mereka mengamati metadata ruang yang disampaikan ke server yang diyakini dikendalikan di China dan audio ke server yang dikelola oleh entitas China. SIO yakini pemerintah China tidak akan dapat mengakses data jika audionya disimpan di Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Isu Intel Polisi Bisa Sadap HP Lewat IMEI, Kemenkominfo Bantah Itu Tidak Benar

Pengembang Clubhouse menyatakan akan meningkatkan kemanan data para penggunanya.

“Selama 72 jam ke depan, kami meluncurkan perubahan untuk menambahkan enkripsi dan pemblokiran tambahan untuk mencegah klien Clubhouse mengirimkan ping ke server China. Kami juga berencana untuk melibatkan firma keamanan data eksternal untuk meninjau dan mevalidasi perubahan ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

 

 

 

 

Artikel ini sudah tayang pada laman CNNIndonesia dengan Judul : “Bahaya Mengintai Pengguna Aplikasi Clubhouse”

No More Posts Available.

No more pages to load.