Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaKaltimPemkot SamarindaSamarinda

Strategi Baru Pemkot Samarinda Kembangkan Wisata dan UMKM Lokal

10
×

Strategi Baru Pemkot Samarinda Kembangkan Wisata dan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
(Foto: Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Pattiroy saat melihat hasil kerajinan di kampung tenun/doc)
(Foto: Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Pattiroy saat melihat hasil kerajinan di kampung tenun/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mempercepat pengembangan Kampung Tenun di Samarinda Seberang sebagai desa wisata unggulan, dengan harapan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Samarinda bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan di Kota Tepian.

Dalam kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni semata.

Menurutnya, Pemkot langsung mengimplementasikan langkah konkret melalui peluncuran program pengembangan pariwisata yang terintegrasi dengan penguatan sektor ekonomi kreatif.

“Kerja sama ini bukan hanya simbolis. Kami langsung bergerak dengan program nyata, mulai dari business matching, akses pembiayaan, hingga literasi keuangan bagi pelaku UMKM,” Ungkap Marnabas.

Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui Program BUMI ETAM seri ke-11, yang menggabungkan pengembangan desa wisata dengan pemberdayaan UMKM. Program ini mencakup kegiatan business matching, akses pembiayaan, serta edukasi literasi keuangan guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

Selain itu, Marnabas menyebutkan bahwa Pemkot juga aktif mendorong peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan produk, hingga digitalisasi promosi. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar produk tenun Samarinda tanpa menghilangkan nilai budaya yang menjadi identitas utama daerah.

“Kita harus memperkuat branding Samarinda sebagai kota yang menarik untuk dikunjungi. Semua potensi harus diangkat dan dikembangkan,” Ucapnya.

Marnabas juga menambahkan pihaknya mengintegrasikan sejumlah destinasi seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan Kampung Tenun dalam satu ekosistem wisata, termasuk pengembangan wisata susur Sungai Mahakam.

Dengan memanfaatkan momentum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemkot optimistis sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Kami ingin pariwisata memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah,” Tutup Marnabas. (ADV)