Wali Kota Samarinda Kumpulkan Seluruh Manajeman Rumah Sakit di Samarinda

oleh -60 views
Wali Kota Samarinda Bersama Kaporesta Samarinda Usai Menggelar Rapat di Kantor Balikota, Minggu (18/7/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Upaya penanganan kasus Covid-19 benar-banar digempur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Melalui rapat evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Wali Kota Samarinda Andi Harun mengumpulkan seluruh manajemen Rumah Sakit (RS) yang ada di Samarinda untuk bersama-sama membahas penanganan Covid-19.

Usai menggelar rapat bersama, Andi Harun kepada media mengatakan jika pihaknya dalam rapat membahas keterkaitan perkembangan situasi Covid-19, termasuk yang paling mendesak saat ini yaitu soal Bad Occupancy Rate (BOR) atau persentase tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit.

“Akhirnya kita kumpulkan baik rumah sakit pemerintah kota, provinsi dan rumah sakit swasta, kita lakukan screening semua secara langkap berapa total kapasitas tempat tidurnya di rumah sakit masing-masing, lalu dari sekian total kapasitas itu beberapa kapasitas covid nya,” ucapnya, Minggu (18/7/2021).

BACA JUGA :  Program 100-300 Juta Per Rt Akan Diakomodir Pemkot, Sugeng : Dialokasikan di APBD-Perubahan

Dari hasil pertuan dan screning itu, disebutkan Andi Harun bahwa ternyata baru RS IA Moies yang mencapai 40 persen dan dirinya bersama jajaran Pemkot memutuskan minimal penambahan di kapasitas 30 persen. Kondisi yang ada saat ini 524 tempat tidur karena ada peningkatan kapasitas UGD dan IGD.

“Memang ada satu rumah sakit yang nol kapasitasnya, yakni RS Darjat. Saya sudah tugaskan Kadis Kesehatan untuk memanggil manajemennya untuk berkomunikasi, karena kita harus mengikuti arahan pusat yakni minimal 30 persen,” sebutnya.

Dalam rapat itu juga, AH sapaan Wali Kota Samarinda memberitahukan bahwa ada keputusan bersama jika ruangan di RSUD AW Syahranie yakni ruang anggrek, melati dan flamboyan akan dijadikan unit khusus penanganan Covid. Yang mana nantinya pasien non Covid akan dilakukan penyesuaian pemindahan ke area lain.

BACA JUGA :  Pemkot Samarinda Berencana Pindahkan TPA Bukit Pinang, Andi Harun Sebut Sudah Komunikasi Dengan Pemkab Kukar Terkait Lokasi Baru

Selain itu, AH juga menyampikan bahwa pada rapat itu tim dari Pemkot besama Polres dan Kodim Samarinda akan melakukan konsolidasi terkait data informasi yang masuk hingga hari ini.

Terakhir ka tegaskan bahwa permasalahan utamanya adalah hanya terkait BOR, untuk kelangkaan obat-obatan dan tabung hingga saat ini tidak ada masalah.

“Alhamdulillah kita hanya persoalan di BOR saja ya, kalau soal obat-obatan dan tabung oksigen kita sudah antisipasi beberapa hari sebelumnya, jadi kita konsentrasi sama BOR aja,” pungkasnya.