SAMARINDA, apakabar.co – Kekhawatiran terhadap dugaan peredaran narkotika melalui cairan vape yang disebut menyasar anak usia sekolah menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.
Dirinya mengingatkan, ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, termasuk siswa sekolah menengah pertama (SMP), membutuhkan penanganan serius dan keterlibatan berbagai pihak untuk melindungi masa depan generasi muda.
“Ini peringatan. Ada perhatian yang serius. Entah narkoba jenis apa pun itu,” Ungkap Ismail kepada awak media. Kamis (15/10/2026).
Ismail menilai anak yang terjerat penyalahgunaan narkoba berisiko menghadapi dampak panjang, mulai dari terganggunya pendidikan hingga kehidupan sosial dan kesiapan memasuki dunia kerja. Kondisi itu menjadi perhatian karena generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan bagian dari sumber daya manusia yang diharapkan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kalau seandainya sekarang dia sudah menggunakan narkoba, masa depannya itu kasihan. Ya, hampir bisa dipastikan, masa depan itu suram,” Tegas Ismail.
Untuk memperkuat pencegahan, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Pendidikan, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA).
“Ini bukan masalah satu OPD saja, Dinas Pendidikan saja, enggak. Ini bukan cuma masalahnya BNN. Nah, ini bukan cuma masalahnya DP2PA atau yang lain, tapi ini masalah sama yang harus kita selesaikan bersama,” Tutup Ismail. (ADV)




