Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaDPRD SamarindaKabar TerkiniSamarinda

Arie Wibowo Dorong Pemkot Samarinda Seimbangkan Pembangunan Kota dan Penanganan Banjir

2
×

Arie Wibowo Dorong Pemkot Samarinda Seimbangkan Pembangunan Kota dan Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini
(Foto: Anggota komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo/doc)
(Foto: Anggota komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Keindahan wajah Kota Samarinda diharapkan berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Di tengah pembangunan sejumlah proyek ikonik, persoalan banjir yang masih mengganggu aktivitas warga dinilai perlu mendapat perhatian serius agar pembangunan tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, mengungkapkan pembangunan fasilitas publik, termasuk Teras Samarinda, merupakan langkah positif dalam menata Kota Tepian.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur yang memperindah kota dan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan banjir.

“Untuk menghilangkan sama sekali banjir di Samarinda memang tidak mungkin. Cukup sulit, butuh waktu,” Ungkap Arie sapaan karibnya, Senin (12/10/2026).

Selain itu, Arie menyebutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda perlu memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan Balai Wilayah Sungai (BWS), khususnya dalam upaya normalisasi sungai.

Salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian ialah Sungai Karang Mumus, yang berperan penting dalam sistem aliran air di wilayah perkotaan.

“Upaya Pemerintah Samarinda mengatasi banjir sejauh ini sudah cukup bagus. Penanganan banjir memang tidak bisa hanya pemkot, tetapi juga mesti dibantu pemprov dan balai sungai,” Ucap Arie.

Selain memperkuat sinergi lintas pemerintahan, Arie juga meminta agar Pemkot Samarinda menyusun skala prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Dirinya mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya proyek monumental atau perubahan tampilan kota, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan mendasar yang memengaruhi kehidupan warga sehari-hari.

“Kami ingin pemerintah jangan hanya memperbanyak proyek monumental, tetapi tangani juga masalah-masalah mendasarnya masyarakat. Saya kira kalau pemerintah fokus, persoalan pembangunan di Samarinda bisa kok ditangani,” Tegas Arie.

Untuk itu, politisi dari partai Golkar itu berharap penataan Kota Tepian ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga disertai langkah konkret untuk mengurangi persoalan banjir dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan perencanaan yang terarah serta kolaborasi antarlembaga, pembangunan di Samarinda diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih merata dan menjawab kebutuhan warga secara berkelanjutan,” Tutup Arie. (ADV)