SAMARINDA, apakabar.co – Rencana menghadirkan transportasi massal melalui program Bus Buy The Service (BTS) di Kota Samarinda mendapat dukungan dari komisi III DPRD Samarinda.
Pasalnya, program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadapi pertumbuhan kendaraan pribadi, sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum yang lebih teratur dan terintegrasi.
Kepada awak media, ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan kondisi dan lebar jalan tidak semestinya menjadi hambatan utama dalam penerapan BTS. Menurutnya, ukuran armada dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap koridor dan kebutuhan penumpang.
“Artinya baik dari luasan maupun lebar jalannya, saya kira tidak ada masalah,” Ungkap Deni sapaan karibnya. Kamis (8/10/2026).
Tak hanya itu, Deni meberikan contoh Balikpapan dan Banjarmasin yang telah mengembangkan transportasi massal dengan menyesuaikan jenis armada terhadap kondisi wilayah.
Menurutnya, armada BTS tidak harus seragam di seluruh koridor. Ruas jalan tertentu dapat menggunakan bus berukuran sedang apabila bus berkapasitas besar dinilai kurang sesuai.
“Itu pasti ada teknisnya nanti yang dipersiapkan,” Ucap Deni.
Deni menilai semakin banyak masyarakat yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum, semakin besar pula peluang berkurangnya jumlah kendaraan sekaligus kebutuhan parkir di badan jalan.
Politisi dari partai Gerindra tersebut berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, agar program bantuan BTS dapat direalisasikan pada 2027.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Wali Kota (Andi Harun) bisa hadir dan bertemu langsung dengan Kemenhub untuk mewujudkan transportasi massal,” Pungkas Deni. (ADV)




