Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaDPRD SamarindaKabar TerkiniSamarinda

Iswandi Soroti Dampak Kenaikan BBM, Minta Pemerintah Siapkan Subsidi bagi Masyarakat

8
×

Iswandi Soroti Dampak Kenaikan BBM, Minta Pemerintah Siapkan Subsidi bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/doc)
(Foto: Ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan menghadapi gejolak ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai biaya energi menjadi salah satu komponen utama dalam proses produksi di berbagai sektor usaha.

Dirinya mengungkapkan ketika harga BBM naik, biaya operasional, distribusi, hingga harga jual barang akan ikut mengalami penyesuaian.

“Dalam komponen produksi, biaya bahan bakar bisa mencapai sekitar 30 persen. Kalau bahan bakar naik, biaya produksi pasti naik. Biaya transportasi dan distribusi juga ikut naik. Otomatis harga barang juga naik,” Ungkap Iswandi. Senin (29/6/2026).

Selain itu, Iswandi menegaskan dampak paling besar akan dirasakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, kata dia, berpotensi mempersempit ruang belanja masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Yang mampu mungkin masih bisa membeli walaupun lebih mahal. Yang tidak mampu justru bisa semakin tidak sanggup membeli. Itu yang harus diantisipasi,” Tegasnya.

Untuk itu, Iswandi meminta pemerintah segera mengevaluasi perkembangan kondisi ekonomi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Apabila tidak ada langkah antisipatif berupa subsidi atau bantuan yang tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, tekanan ekonomi dikhawatirkan akan semakin besar.

“Kita lihat satu sampai dua bulan ke depan. Kalau tidak ada kebijakan pemerintah, misalnya subsidi atau bentuk bantuan lain yang menyasar masyarakat menengah ke bawah, ini bisa berbahaya,” Jelas Iswandi.

Disinggung terkait penyebab kenaikan harga BBM, politisi dari PDI Perjuangan itu enggan berkomentar banyak lantara hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat dan dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi pasar global.

“Setiap daerah memiliki kuota. Kalau kuotanya dihabiskan terlalu cepat, nanti di akhir tahun bisa habis. Saya kira Pertamina mengatur distribusi berdasarkan kuota itu,” Tutup Iswandi. (ADV)