Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar TerkiniKesehatanNasionalPeristiwa

30 Siswa di Kabupaten Jayapura Jalani Perawatan Usai Diduga Keracunan Makanan MBG

3
×

30 Siswa di Kabupaten Jayapura Jalani Perawatan Usai Diduga Keracunan Makanan MBG

Sebarkan artikel ini
(Foto: Illustrasi siswa sekolah yang keracunan MBG/doc)
(Foto: Illustrasi siswa sekolah yang keracunan MBG/doc)

JAYAPURA, apakabar.co – Suasana tenang di sejumlah sekolah di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah puluhan siswa dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (4/8/2026).

Para siswa dilaporkan mulai mengalami muntah-muntah dan tubuh lemas setelah pulang sekolah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Sekuluru siswa yang mengalami gejala tersebut langsung dibawa keluarga masing-masing ke Puskesmas Depapre. Hingga Selasa petang, jumlah pasien yang datang untuk menjalani perawatan terus bertambah, sementara sebagian di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Depapre, Ipda Akhsani, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 30 siswa dari berbagai jenjang pendidikan telah menjalani perawatan di Puskesmas Depapre.

“Hingga Selasa petang, tercatat ada 30 pasien yang terdiri atas siswa PAUD, SD, dan SMP yang datang untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Depapre. Beberapa di antaranya sudah dirujuk ke RSUD Yowari untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Menurut Akhsani, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah karena sejumlah orang tua masih terus membawa anak-anak mereka yang mengalami keluhan ke fasilitas kesehatan.

Aparat kepolisian bersama instansi terkait juga masih melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan terhadap seluruh siswa yang mengalami gejala.

Dirinya menyebut sebagian pasien telah dirujuk ke RSUD Yowari, sedangkan lainnya dialihkan ke Puskesmas Komba guna menyesuaikan kapasitas tempat tidur dan pelayanan kesehatan.

“Saat ini kami masih fokus menangani para pasien. Untuk jumlah pasti korban maupun penyebab dugaan keracunan, kami belum dapat menyampaikan karena proses pendataan dan penanganan masih berlangsung,” Tutup Anton. (*)