SAMARINDA, apakabar.co – Anggota komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan meminta pemerintah daerah memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha lokal agar mampu memenuhi standar usaha yang berlaku.
Dirinya mengungkapkan bahwa pengusaha lokal yang belum memiliki sertifikasi maupun kelengkapan administrasi tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri.
“Pengusaha lokal, khususnya masyarakat Samarinda, paling tidak harus dibina. Kalau mereka belum punya sertifikasi dan sebagainya, itulah fungsi dinas atau OPD terkait untuk membina dan memberikan pelatihan kepada mereka,” Ungkap Viktor sapaan karibnya. Senin (29/6/2026).
Selain itu, Viktor menekankan pentingnya penyusunan target retribusi daerah secara objektif dan berbasis data. Menurutnya, penetapan target tidak seharusnya dilakukan berdasarkan perkiraan semata, melainkan melalui penelitian dan pengamatan terhadap aktivitas usaha dalam kurun waktu tertentu.
“Target itu sebaiknya berdasarkan hasil penelitian selama satu, dua, atau tiga bulan. Dari situ diperoleh rata-rata jumlah pengunjung dan pembeli, baru kemudian ditetapkan target retribusinya,” Ucap Viktor.
Viktor juga menyebutkan pemanfaatan sistem pencatatan pengunjung atau gate system dapat menjadi instrumen yang lebih akurat untuk menghitung potensi retribusi daerah.
Data tersebut dinilai mampu memberikan gambaran riil mengenai aktivitas usaha, sehingga pemerintah dapat menetapkan target penerimaan secara lebih realistis, termasuk mempertimbangkan skema retribusi yang disesuaikan dengan persentase hasil usaha.
Politisi dari partai Demokrat itu menambahkan komisi II DPRD Samarinda berencana akan menggelar rapat bersama pemerintah daerah dan para pelaku usaha guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pengusaha lokal.
“Saya nanti konsultasi dengan Ketua Komisi II supaya bisa memanggil para pihak terkait, termasuk masyarakat lokal yang ada di sana,” Tutup Viktor. (ADV)




