SAMARINDA, apakabar.co – Wacana penerapan kembali kebijakan siswa tidak naik kelas pada tahun ajaran 2027 menjadi perhatian komisi IV DPRD Samarinda.
Hal itu diungkapkan oleh, ketua komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie. Dirinya menilai sampai saat ini pihaknya masih menghadapi tantangan mendasar dalam pemenuhan tenaga pendidik dan peningkatan kompetensi pengajar.
Menurutnya, kesiapan guru menjadi faktor penting sebelum pemerintah menerapkan kebijakan yang berpotensi memengaruhi kelanjutan pendidikan siswa.
“Di Samarinda sendiri, kita masih kekurangan guru dan kompetensinya masih kurang,” Ungkap Novan sapaan karibnya. Rabu (14/10/2026).
Selain itu, Novan juga menyebutkan peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan kurikulum atau penerapan standar penilaian yang lebih ketat.
Pemerintah perlu memastikan tenaga pendidik memiliki kemampuan yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran, sehingga siswa memperoleh kesempatan belajar secara optimal sebelum menghadapi evaluasi akademik. Karena itu, kesiapan sekolah dan kualitas pengajaran perlu menjadi bagian utama dalam pembahasan kebijakan tersebut.
“Hal ini hsrus dikaji dahulu supaya pelaksanaannya benar-benar siap,” Tegas Novan.
Selain itu, Novan juga mendorong agar rencana pengetatan penilaian siswa diiringi program peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Dengan demikian, standar akademik yang ditetapkan dapat berjalan seimbang dengan kualitas pengajaran yang diterima peserta didik.
“Perlu kajian mendalam agar memberikan manfaat nyata untuk peserta didik,” Tutup Novan. (ADV)




