Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHUKRIMKabar TerkiniNasional

Pemuda di Dadapsari Semarang Dibacok hingga Telinga Nyaris Putus, Polisi Tangkap Pelaku

5
×

Pemuda di Dadapsari Semarang Dibacok hingga Telinga Nyaris Putus, Polisi Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
(Foto: Pelaku pembacokan di Dadapsari, Semarang yang telah diamankan Satreskrim Polrestabes Semarang/doc)
(Foto: Pelaku pembacokan di Dadapsari, Semarang yang telah diamankan Satreskrim Polrestabes Semarang/doc)

SEMARANG, apakabar.co — Niat seorang pemuda membeli makanan pada dini hari berubah menjadi pengalaman mengerikan. CTR (20), warga Purwogondo Timur, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, diserang secara tiba-tiba oleh dua orang yang datang menggunakan sepeda motor. Selain kehilangan telepon genggam, korban harus menjalani perawatan medis setelah telinga kirinya nyaris putus akibat sabetan senjata tajam.

Diketahui, peristiwa tersebur terjadi di depan rumah korban pada hari Selasa (21/7/2026), sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, korban yang berjalan seorang diri didatangi dua orang pelaku. Kemudian salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung menyerang korban menggunakan celurit.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polrestabes Semarang melalui laporan bernomor LP/B/212/VII/2026/SPKT/Polrestabes Semarang/Polda Jawa Tengah tertanggal 21 Juli 2026. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga menelusuri keberadaan para pelaku.

Kurang dari sembilan jam setelah laporan diterima, Tim Unit V Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial AW di kediamannya di kawasan Jalan Petek, Semarang Utara, sekitar pukul 11.08 WIB.

“Siang hari ini kami dari Satreskrim Polrestabes Semarang Unit Resmob telah mengamankan pelaku perkara pencurian dengan kekerasan yang terjadi di daerah Dadapsari. Pelaku sudah diamankan satu orang dan saat ini masih dimintai keterangan untuk proses selanjutnya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Johan Widodo.

Lebih lanjut, Johan menjelaskan, serangan tersebut diduga dilakukan semata-mata untuk merampas telepon genggam milik korban. Tidak ditemukan indikasi bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan sebelumnya.

“Korban sedang jalan sendirian sekitar jam 3 pagi mau beli makanan. Tanpa ada sebab atau perbincangan apa-apa, pelaku turun dari sepeda motor lalu langsung membacok korban menggunakan celurit hingga mengenai telinga korban. Setelah itu handphone milik korban diambil dan pelaku kabur,” Jelasnya.

Polisi turut mengamankan sebilah celurit, telepon genggam milik korban, serta sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

“Tidak ada motif lain, hanya pencurian handphone. Korban dan pelaku juga tidak saling kenal,” Tegas AKP Johan.

Polisi menyebut telepon genggam tersebut sempat direncanakan untuk dijual kepada pihak ketiga. Namun, rencana itu gagal setelah AW lebih dulu ditangkap aparat.

“Handphone itu rencananya mau dijual kepada pihak ketiga, tetapi belum sempat terjual karena pelaku sudah kami tangkap,” kata AKP Johan.

Sementara itu, polisi masih memburu dan mendalami keterlibatan satu pelaku lain yang diduga berada bersama AW saat kejadian.

“Satu pelaku lain masih dalam pendalaman. Begitu juga terkait status residivis maupun dugaan pengaruh minuman keras, semuanya masih kami dalami,” Pungkas AKP Johan. (*)