Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar TerkiniNasional

Suyudi Ario Seto Resmi Disetujui DPR Jadi Kapolri, Berikut Profil dan Rekam Jejaknya

2
×

Suyudi Ario Seto Resmi Disetujui DPR Jadi Kapolri, Berikut Profil dan Rekam Jejaknya

Sebarkan artikel ini
(Foto: Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjabat sebagai Kepala BNN RI/doc)
(Foto: Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjabat sebagai Kepala BNN RI/doc)

JAKARTA, apakabar.co – Pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki babak baru. Setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan dalam waktu singkat, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendapat persetujuan DPR RI untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, Komisi III DPR menyetujui pencalonan Suyudi secara aklamasi setelah mendengarkan pemaparan visi, misi, serta gagasannya sebagai calon Kapolri.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan keputusan tersebut setelah seluruh anggota menyatakan persetujuan. Hasil pembahasan Komisi III kemudian dibawa ke rapat paripurna.

Ketua DPR RI Puan Maharani selanjutnya meminta persetujuan anggota dewan sebelum mengetukkan palu sebagai tanda disetujuinya pergantian Kapolri.

Dalam uji kelayakan, Suyudi mengusung gagasan “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian publik, mulai dari kepastian penanganan laporan masyarakat, transparansi perkara, dugaan pungutan liar dan penyalahgunaan kewenangan, hingga fenomena no viral no justice. Ia juga menempatkan Polri sebagai institusi yang bertugas menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, serta menindak tindak pidana sesuai kewenangan.

Profil Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Suyudi bukan sosok baru dalam lingkaran kepemimpinan strategis Polri. Sebelum diajukan sebagai calon Kapolri, ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN). Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 untuk menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.

Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu memiliki latar belakang panjang di bidang reserse. BNN mencatat Suyudi pernah bertugas di Resmob Polda Metro Jaya, menjadi Kapolsek di sejumlah wilayah, serta menjabat Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Selatan, Tangerang Kota, dan Jakarta Barat. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Bogor, Bogor Kota, hingga Metro Jakarta Pusat pada periode 2014–2017.

Kariernya berlanjut ke tingkat pusat. Suyudi pernah mengisi sejumlah jabatan di Bareskrim Polri, termasuk Wadirtipideksus dan Wadirtipidsiber pada 2020. Pada 2023 ia dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya, sebelum kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Banten pada Juni 2024.

Setahun berikutnya, ia meninggalkan jabatan tersebut untuk memimpin BNN dan kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi.

Di BNN, Suyudi melanjutkan agenda pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kepemimpinannya berlangsung hingga kini, termasuk dalam berbagai agenda kelembagaan BNN sepanjang 2026.

Dengan persetujuan DPR, perjalanan panjang Suyudi di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, Bareskrim, hingga pemberantasan narkotika kini membawanya ke tahap baru: menunggu pelantikan sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Rekam Jejak Penanganan Kasus
Sepanjang kariernya, nama Suyudi juga tercatat dalam sejumlah penanganan perkara besar. Salah satunya ketika ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan memimpin pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

Namun, untuk menjaga akurasi, detail mengenai peran personal Suyudi dalam setiap tahapan perkara tersebut perlu merujuk pada dokumen atau keterangan resmi penegak hukum.

Di bidang pemberantasan narkotika, Suyudi juga memimpin BNN ketika lembaga tersebut melakukan berbagai pengungkapan jaringan narkotika internasional.

Salah satu perkara yang mendapat perhatian adalah penggagalan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Sementara itu, ketika menjadi Kapolda Banten, ia memimpin jajaran Polda Banten dalam penanganan berbagai perkara kriminal di wilayah tersebut.

Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Suyudi yang kini berujung pada jabatan tertinggi di institusi Polri. Setelah persetujuan DPR, tahapan berikutnya adalah pelantikan oleh Presiden. Pergantian kepemimpinan itu sekaligus menandai dimulainya fase baru bagi Suyudi dalam memimpin Korps Bhayangkara. (*)