Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialKabar TerkiniKaltimPemkot SamarindaSamarinda

Andi Harun Paparkan Strategi Tekan Pengangguran, Ekonomi Samarinda Tumbuh 8,66 Persen

5
×

Andi Harun Paparkan Strategi Tekan Pengangguran, Ekonomi Samarinda Tumbuh 8,66 Persen

Sebarkan artikel ini
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun ditemui awak media usai melakukan zoom bersama Mendagri dan Tempo/doc)
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun ditemui awak media usai melakukan zoom bersama Mendagri dan Tempo/doc)

SAMARINDA, apakabar.co — Di tengah upaya menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi warga, Walikota Samarinda Andi Harun memaparkan berbagai capaian kinerja pemerintah kota (pemkot) dalam menekan angka pengangguran. Paparan tersebut disampaikan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo, Rabu (1/4/2026),

Dalam pemaparannya, Andi Harun menyampaikan Pemkot telah berhasil mendorong transformasi ekonomi dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, struktur ekonomi yang sebelumnya bergantung pada sektor pertambangan kini mulai bergeser ke sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa.

“Perubahan ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin tepat dan berkelanjutan,” Ungkap Andi Harun.

Andi Harun menjelaskan perubahan tersebut turut berdampak pada kinerja ekonomi daerah. Samarinda mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 8,66 persen, tertinggi di Kalimantan. Selain itu, capaian pendapatan daerah yang tinggi juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Di sisi lain, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,30 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen pada 2025.

Untuk menekan pengangguran, AH menyebutkan pihaknya menerapkan strategi ketenagakerjaan berbasis kebutuhan pasar atau market driven. Pemerintah terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan industri, kemudian menyusun program pelatihan yang relevan.

“Kami merespons kebutuhan tenaga kerja sejak awal pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan menyiapkan pelatihan seperti welder dan jasa konstruksi melalui BLK dan lembaga profesional,” Ucapnya.

Hasilnya, lebih dari 90 persen peserta pelatihan berhasil terserap ke dunia kerja. Program ketenagakerjaan lainnya juga mencatat capaian tinggi, di antaranya pelatihan dan produktivitas tenaga kerja sebesar 97,07 persen serta penempatan tenaga kerja mencapai 95,9 persen.

Meski demikian, Andi Harun mengakui masih ada tantangan yang perlu dihadapi, terutama dalam menekan tingkat pengangguran terbuka dan dampak pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).

Menghadapi hal tersebut, Pemkot Samarinda terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Penanganan pengangguran tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja, tetapi harus melibatkan pendidikan, industri, dan seluruh perangkat daerah,” Tutupnya. (ADV)