Mantan Gubernur Kaltim Dikabarkan Meninggal, Dayang Donna Faroek: Bapak Kecapean Saja, Perlu Banyak Istirahat

oleh -76 views
(Foto : Internet)

SAMARINDA.apakabar.co– Pesan berantai di grup Whatsapp terkait meninggalnya mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dibantah oleh Kepala Humas Setda Kaltim M Syafranuddin. Saat dikonfirmasi kebenaran berita tersebut dirinya dengan tegas mengatakan bahwa berita itu hoaks. Saat ini Awang Faroek Ishak dalam perawatan setelah menjalani cek up di RSPAD Jakarta.

“Pak Awang, sudah lama nggak cek up karena kesibukan beliau sebagai anggota DPR-RI, kemarin ada kesempatan untuk cek up sehingga cek up dan disarankan dokter untuk istirahat dalam beberapa hari,” terang Syafranuddin mengutip keterangan Munif, Kepala Kantor Penghubung Kaltim di Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Menjawab pertanyaan terkait sakit apa, dirinya mengaku tidak tahu namun dipastikan mantan orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan.

BACA JUGA :  Jalin Kerja Sama Dengan Kejari, Pemkot Samarinda Berikan Kuasa Khusus Penagihan Pajak Daerah

Kepada masyarakat yang kebetulan mendapat kabar hoaks, ia minta menghentikan dan tidak ikut menyebarluaskan bahkan menghapus.

“Mari kita doakan Pak Awang Faroek Ishak segera diberikan kesehatan dan bisa beraktifitas seperti biasa,” ucapnya.

Sementara itu, anak kedua AFI sapaan Awang Faroek Ishak, Dayang Donna Faroek yang juga dikonfirmasi terkait beredarnya kabar tersebut dengan tegas mengatakan bahwa berita itu tidak benar. Dirinya menyebut jika kondisi ayahnya saat ini berada dalam kondisi yang sehat.

“Salah itu. Bapak baik-baik saja,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (1/6/2021) siang.

Donna juga menerangkan jika mantan orang nomor satu di Pemprov Kaltim tersebut hanya kecapean saja dan membutuhkan waktu beristirahat.

BACA JUGA :  Gubernur Kaltim Sebut Tarif Tol Balsam Masih Wajar

“Bapak kecapean saja. Pesan dokter harus banyak istirahat,” ucap Donna Faroek.

Saat ini AFI istirahat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Namun pihak keluarga tidak boleh memasuki ruang rawat inap AFI.

“Jadi kami pun banyak nunggu diluar kamar,” ujarnya mengakhiri.