Namun wanita itu mempercayai calon suami untuk menyiapkan segalanya, mulai dari memesan gedung hingga wedding organizer (WO). Keduanya juga sempat menjalani foto prewedding sebelum pernikahan.
“Jauh sebelum pelaksanaan, tersangka meminjam uang ke saudara korban dengan alasan untuk membooking sewa gedung, WO hingga perlengkapan pernikahan,” kata Ferdi.
Namun di hari pernikahannya berlangsung sekitar pukul 6 pagi, kondisi gedung masih digunakan untuk acara vaksin. Tidak terlihat dekorasi acara pernikahan.
Jelas saja karena gedung dan WO tidak pernah dipesan untuk acara pernikahan.
Calon Suami Tiba-Tiba Menghilang
Calon suaminya pun tak hadir dan hilang begitu saja. Awalnya keluarga mempelai wanita mengira bahwa pihak wedding organizer yang berbohong, namun ternyata sang calon suami menjadi dalang di balik kejadian miris ini.
“Barulah di situ pihak korban beserta keluarga mengetahui bahwa mereka telah dibohongi. Atas kejadian tersebut korban membuat laporan polisi ke Polsek Bogor Timur untuk ditangani lebih lanjut,” ujar dia.
Dari keterangan sementara dari tersangka, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan ekonomi calon suami V. Sampai saat ini penyidik masih mengembangkan kasus penipuan tersebut termasuk mendalami hubungan tersangka dengan korban serta proses rencana pernikahan fiktif.







