SAMARINDA, apakabar.co – Kehadiran transportasi umum yang lebih modern diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha angkutan lokal yang telah lama melayani masyarakat.
Menyambut rencana pengoperasian bus kota pada 2027 melalui program Buy The Service (BTS), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta menyiapkan penataan trayek dan pola layanan secara matang agar persaingan antarmoda transportasi tetap sehat.
Untuk itu, anggota komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata, menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan publik perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pelaku usaha transportasi yang sudah ada.
Menurutnya, rencana pengoperasian bus kota dengan dukungan anggaran APBN tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Sebagai kota dengan jumlah penduduk mendekati satu juta jiwa, Samarinda dinilai membutuhkan pilihan transportasi umum yang memadai, terutama di kawasan perkotaan.
“Jadi, bus kota di Samarinda ini rencananya akan coba diadakan. Cuma trayeknya mungkin di daerah perkotaan dulu,” Ungkap Aris kepada awak media. Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, kehadiran bus kota nantinya akan berdampingan dengan angkutan kota, taksi, serta transportasi berbasis aplikasi yang lebih dahulu beroperasi.
Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan rute dan jangkauan pelayanan agar penambahan moda transportasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, layanan baru semestinya memperluas pilihan perjalanan warga, bukan justru mengurangi kesempatan pelaku usaha lokal untuk bertahan dan berkembang.
Aris juga menekankan, kualitas pelayanan harus menjadi salah satu faktor utama dalam membangun sistem transportasi yang kompetitif. Dengan adanya berbagai pilihan moda, masyarakat dapat menentukan layanan sesuai kebutuhan, sementara setiap operator terdorong meningkatkan mutu pelayanannya.
“Di situ indikatornya, mereka memberikan servis yang terbaik. Jadi, masyarakat punya pilihan, tetapi kita juga tidak mengesampingkan kearifan lokal,” Ucap Aris.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, pengembangan transportasi umum di Samarinda dapat berlangsung secara seimbang, dengan mengutamakan kenyamanan penumpang sekaligus menjaga keberlangsungan usaha lokal.
Dengan perencanaan yang tepat, pengoperasian Aris optimis mampu memperkuat layanan transportasi tanpa mengabaikan kontribusi pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari mobilitas masyarakat.
“Contoh mungkin di sini ada angkutan kota. Jangan sampai mematikan usaha-usaha pelaku usaha yang sudah eksis dari dulu, karena mereka lebih dulu memfasilitasi mobilisasi warga Kota Samarinda,” Pungkas Aris. (ADV)




