SAMARINDA, apakabar.co – Pembatalan sebuah ajang lari yang sedianya digelar di Samarinda menuai keprihatinan DPRD Kota Samarinda.
Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya merugikan ribuan peserta yang telah mendaftar, tetapi juga berpotensi mencoreng citra Kota Tepian sebagai tuan rumah berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.
Menanggapi hal tersebut, wakil ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menekankan setiap penyelenggaraan event pada dasarnya memiliki nilai strategis untuk memperkenalkan Samarinda kepada masyarakat luas.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang sukses digelar, semakin besar pula peluang kota ini menjadi destinasi penyelenggaraan berbagai agenda olahraga, budaya, maupun hiburan di masa mendatang.
“Adanya penyelenggaraan event ini kita ingin tujuannya baik agar bisa mempromosikan Samarinda kepada orang luar daerah agar dikenal dan dilirik,” Ungkap Celni sapaan karibnya. Selasa (30/6/2026).
Selain itu, Celni juga menyayangkan masih adanya penyelenggara yang dinilai tidak mempersiapkan kegiatan secara matang hingga berujung pada pembatalan acara.
Padahal, ribuan peserta telah mengeluarkan biaya pendaftaran dan sebagian di antaranya datang dari luar daerah dengan harapan mengikuti kegiatan tersebut.
“Sangat disayangkan. Orang yang datang ke Kaltim khususnya Samarinda seharusnya memberi dampak positif bagi hotel, transportasi, dan sektor lainnya, tetapi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” Tegas Celni.
Menurut Celni pembatalan kegiatan bukan hanya berdampak pada kerugian peserta, tetapi juga menghilangkan potensi perputaran ekonomi yang seharusnya dirasakan pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro.
Politisi darin partai Nasdem itu mengingatkan pengalaman buruk tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event di Samarinda.
“Kita khawatirnya mereka (calon peserta) jadi hilang kepercayaan ke depannya,” Tutup Celni. (ADV)




