SAMARINDA, apakabar.co – Komisi II DPRD Samarinda menegaskan bahwa target layanan air bersih 100 persen harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan. Perluasan jaringan dinilai tidak akan bermakna apabila pasokan air masih sering bermasalah atau kualitasnya belum memenuhi harapan masyarakat.
Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. Dirinya menyampaikan target pemerataan layanan air bersih merupakan langkah yang patut diapresiasi.
“Saya setuju dengan target 100 persen, tetapi jangan sampai hanya mengejar angka pemasangan sambungan saja,” Ungkapnya. Senin (13/7/2026).
Lebih lanjut, Iswandi menekankan keberhasilan pelayanan air bersih tidak cukup diukur dari banyaknya jaringan pipa yang terpasang. Pemerintah Kota bersama Perumdam juga harus memastikan air dapat mengalir secara normal selama 24 jam dengan kualitas yang layak digunakan masyarakat.
“Kalau hanya memasang sambungan tentu relatif mudah. Pertanyaannya, apakah airnya mengalir 24 jam? Bagaimana kualitas airnya? Jangan sampai pipanya ada, tetapi airnya tidak mengalir,” Tegasnya.
Selain kualitas layanan, Iswandi menyoroti tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) yang saat ini disebut masih berada di kisaran 38 persen.
Menurutnya, pihaknya belum memperoleh data perkembangan angka kehilangan air dari tahun ke tahun sehingga sulit mengukur efektivitas upaya pengendalian kebocoran yang telah dilakukan Perumdam.
Politisi dari PDI Perjuangan itu meminta Perumdam menyampaikan data historis kehilangan air secara lengkap agar DPRD dapat mengevaluasi sistem distribusi dan pengendalian kebocoran secara lebih komprehensif.
“Kalau ternyata angkanya terus meningkat, berarti ada yang perlu dibenahi dalam sistem pengendalian maupun jaringan distribusi air,” Tutup Iswandi. (ADV)




