SAMARINDA, apakabar.co – Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda terus berupaya memperkuat kapasitas pelayanan, khususnya dalam penanganan Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS.
Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kota Samarinda, fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut memegang peran penting dalam menghadapi tantangan penyakit menular yang masih menjadi persoalan kesehatan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal ini pun mendapat dukungan dari wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. Dirinya mengungkapkan pihaknya telah meninjau secara langsung kondisi pelayanan di RS IA Moeis, mulai dari kapasitas ruang perawatan, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga fasilitas penunjang yang digunakan untuk melayani pasien setiap harinya.
Menurutnya, rumah sakit tersebut telah berupaya memberikan pelayanan secara maksimal di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi.
“Kami melihat rumah sakit ini sudah bekerja cukup maksimal dengan kondisi yang ada. Namun memang masih ada keterbatasan yang cukup terasa, terutama pada jumlah tenaga kesehatan dan penguatan layanan penyakit menular,” Ungkap Puji sapaan karibnya. Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut, Puji menjelaskan salah satu langkah yang diharapkan dapat memperkuat layanan rumah sakit adalah dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Harapannya DAK yang sedang dalam proses bisa segera direalisasikan. Karena ini sangat penting untuk memperkuat layanan, baik dari sisi fasilitas maupun pengadaan kebutuhan medis lainnya,” Ucapnya.
Selain persoalan anggaran, politisi dari partai Demokrat itu juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia kesehatan di RS IA Moeis. Saat ini, rumah sakit masih terbantu oleh kehadiran dokter residen dari Universitas Mulawarman yang turut mendukung pelayanan, terutama pada unit penanganan pasien TB dan HIV yang memerlukan pemantauan serta penanganan intensif.
“Saat ini ada bantuan dokter residen dari Unmul, ini sangat membantu. Karena kalau hanya mengandalkan tenaga yang ada, tentu akan cukup berat dengan jumlah pasien yang terus berjalan setiap hari,” Ujar Puji.
Puji juga menegaskan, penguatan layanan kesehatan di RS IA Moeis harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perencanaan jangka panjang yang mencakup penguatan SDM, sarana prasarana, dan dukungan pembiayaan yang stabil agar rumah sakit mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang. (ADV)




