Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHUKRIMKabar TerkiniNasional

Bermula dari Salah Paham, Keluarga di Depok Mengaku Diteror hingga Putuskan Pindah Rumah

5
×

Bermula dari Salah Paham, Keluarga di Depok Mengaku Diteror hingga Putuskan Pindah Rumah

Sebarkan artikel ini
(Foto: Rumah milik Azis Suraji yang berada kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok kini telah dijual/detikcom)
(Foto: Rumah milik Azis Suraji yang berada kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok kini telah dijual/detik.com)

DEPOK, apakabar.co – Rasa aman yang seharusnya hadir di lingkungan tempat tinggal justru sirna bagi keluarga Azis Suraji di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Dugaan aksi teror yang dilakukan oleh seorang tetangga secara berulang membuat keluarga tersebut memutuskan menjual rumah yang selama ini mereka tempati demi mendapatkan ketenangan.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria diduga melempar helm ke arah rumah korban viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat beberapa kali mondar-mandir menggunakan sepeda motor di depan pagar rumah sebelum melempar helm. Pada kesempatan lain, pria yang sama juga terekam membuang sampah ke halaman rumah korban hingga memicu keributan yang sempat dilerai warga sekitar.

Kepada awak media, anak Azis Suraji, Novita (29), mengungkapkan konflik bermula dari kesalahpahaman yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sang ibu sempat melontarkan ucapan “orang gila” saat bercanda untuk menghibur cucunya yang menangis. Kala itu, suami Novita yang merupakan warga negara asing (WNA) tidak sepenuhnya memahami percakapan dalam bahasa Indonesia. Namun, tetangga mereka diduga merasa tersinggung dan menganggap ucapan tersebut ditujukan kepadanya.

“Tidak pernah ada sedikit pun keluarga kami berniat menghina atau menyebut dia dengan kata-kata itu,” Ungkap Novita, Minggu (19/7/2026).

Sejak saat itu, keluarga tsrsebut kerap mengalami berbagai bentuk gangguan. Mulai dari musik yang diputar dengan suara keras ketika mereka menggelar pengajian, dugaan intimidasi verbal hampir setiap hari, hingga aksi perusakan pagar rumah yang disebut terjadi pada Rabu (15/7/2026) lalu.

Novita juga mengaku keluarganya pernah mendapat ancaman menggunakan senjata tajam saat momen Lebaran. Situasi tersebut membuat mereka kehilangan rasa nyaman dan akhirnya memutuskan menjual rumah, meski sebelumnya sempat ada calon yang ingin bertukar rumah namun mengurungkan niat setelah mengetahui kondisi lingkungan tersebut.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Depok dengan nomor laporan LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK pada Rabu (15/7/2026) kemaren.

Kasatreskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka membenarkan laporan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi.

“Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Tutup AKBP Made. (*)