LUWU UTARA, apakabar.co – Proyek pelebaran jalan di Dusun Kanan Dede, Desa Kanan Dede, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, berubah menjadi lokasi tragedi setelah seorang warga negara asing (WNA) asal China meninggal dunia usai diduga terlibat perselisihan dengan operator ekskavator, Jumat (17/7/2026).
Polisi kini masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut dan telah mengamankan operator alat berat berinisial MIE yang merupakan warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, sekaligus berdomisili di BTN Baebunta, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara.
Kepada awak media, kasatreskrim Polres Luwu Utara, AKP Kadek Andi Pradnyadana mengungkapkan, insiden bermula sekitar pukul 11.20 WITA saat korban yang diduga bertugas sebagai pengawas proyek mendatangi ekskavator dalam keadaan marah.
Keduanya sempat terlibat adu mulut, namun pelaku mengaku tidak memahami perkataan korban karena kendala bahasa.
“Pelaku (MIE) mengaku kemudian membesarkan volume musik di dalam kabin ekskavator dan menghentikan alat berat tersebut. Korban lalu naik ke atas ekskavator dan menampar kepala pelaku satu kali. Pelaku membalas dengan menendang korban,” Ungkap AKP Kadek. Sabtu (19/7/2026).
Setelah itu, korban disebut masih berpegangan pada handel ekskavator sebelum terjatuh. Pada saat bersamaan, ekskavator diduga berputar sehingga bucket mengenai wajah korban. Saat pelaku memarkirkan alat berat, korban juga diduga kembali terlindas ban belakang ekskavator.
“Pelaki mengaku tidak menyadari korban terlindas dan langsung meninggalkan lokasi menuju rumahnya sebelum akhirnya dijemput Bhabinkamtibmas dan dibawa ke Polres Luwu Utara,” Jelas AKP Kadek.
Selain itu, AKP Kadek menyebut lokasi proyek berada jauh dari permukiman sehingga, berdasarkan keterangan sementara, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
“korban yang merupakan WNA asal China disebut tidak didampingi penerjemah sehingga komunikasi dengan pelaku diduga berlangsung tidak efektif,” Ucapnya.
Saat ini, pihak, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Seluruh keterangan yang ada saat ini masih merupakan pengakuan dari terduga pelaku. Penyidik masih mendalami fakta-fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” Tutup AKP Kadek. (*)




