Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar Terkini

Pemkot Samarinda Dorong Penyelesaian Tunggakan RSHD, Opsi Penjualan Rumah Sakit Jadi Pertimbangan

120
×

Pemkot Samarinda Dorong Penyelesaian Tunggakan RSHD, Opsi Penjualan Rumah Sakit Jadi Pertimbangan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun saat bertemu dengan pengelola Rumah Sakit Haji Darjad/doc)
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun saat bertemu dengan pengelola Rumah Sakit Haji Darjad/doc)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkomitmen menyelesaikan permasalahan tunggakan finansial yang membelit Rumah Sakit Haji Darjat (RSHD). Tunggakan tersebut mencapai sekitar Rp30 miliar dan berdampak pada hak-hak karyawan, perawat, hingga dokter.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama ahli waris pengelola RSHD dari PT Medical Etam, notaris, serta kuasa hukum menggelar pertemuan untuk membahas solusi. Dalam kesempatan itu, pihak keluarga mengakui masih ada kewajiban yang belum dituntaskan.

“Yang kami tekankan adalah kewajiban yang menjadi tanggung jawab Disnaker Kota Samarinda, meskipun ada juga kewajiban yang masuk lingkup Disnaker Provinsi,” ujar Andi Harun kepada awak media, Selasa (16/9/2025).

Andi Harun menjelaskan, salah satu ahli waris bahkan menawarkan rumah pribadinya untuk dijual demi melunasi sebagian tanggungan. Sementara untuk solusi jangka panjang, opsi penjualan RSHD menjadi pilihan utama yang disampaikan pihak keluarga dan kuasa hukumnya.

“Untuk tahap pertama, mereka berencana menyelesaikan tanggungan kepada karyawan dengan menjual aset pribadi. Sedangkan untuk jangka panjang, opsi satu-satunya yang mereka sampaikan adalah menjual rumah sakit tersebut,” jelas Andi Harun.

Meski demikian, ia mengingatkan agar langkah tersebut mempertimbangkan aspek hukum dan kepentingan semua pihak, termasuk para ahli waris. Pemkot Samarinda, tegasnya, akan terus mengawal agar hak tenaga medis dan karyawan segera terpenuhi.

“Kita juga perlu memperhatikan kepentingan siapapun yang kelak menjadi pembeli. Semakin matang rencana ini, semakin besar peluang penyelesaian yang bisa diterima semua pihak,” tutupnya.(*)