apakabar.co– Empat orang anak di bawah umur di wilayah Bantul, DI Yogyakarta menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang pengurus masjid atau biasa disebut marbut.
Disampaikan Kanit Reskrim Polsek Jetis Ipda Yuwana jika tersangka berinisial SP (57) diduga melakukan aksi pencabulan sekitar sekitar bulan Juli 2022 lalu di warung milik tersangka. Tak jauh dari masjid tempat pelaku menjadi marbut.
“Modusnya itu anak-anak itu sering jajan keadaan sepi,” ucapnya, Rabu (24/8) malam.
Modus yang dilakukan oleh SP yakni saat para korban jajan di warung miliknya dan pelaku mencuri-curi kesempatan mulai dari memeluk hingga perbuatan tak senonoh lainnya.
Untuk menjalankan aksinya, pelaku kerap mengurangi harga barang yang ia jual di warungnya atau bahkan menggratiskan kepada para korban.
Tersangka melakukan itu semua dalam waktu yang berbeda. Hingga pada akhirnya perbuatan SP terkuak dan dia dipolisikan oleh salah satu orangtua korban.
Aksinya itu terendus usai salah seorang orangtua korban merasa janggal anaknya tak lagi jajan di warung milik SP. Kecurigaan itu menuntun kepada pengakuan sang anak terkait perbuatan pelaku.
“Ada empat korbannya,” tutur Yuwana.
Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya. Petugas turut mengantongi bukti lain seperti pakaian yang dikenakan korban saat peristiwa terjadi.
“Statusnya sudah tersangka. Motifnya pelaku mengaku senang sama anak kecil,” jelasnya.
Pelaku tidak ditahan menimbang usianya dan sikap kooperatif yang bersangkutan. Kendati demikian, Yuwana memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Dia tiap Senin dan Kamis wajib lapor, tapi (kasus) tetap lanjut,” tegasnya.
Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 82 Undang-undang RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hukumannya maksimal 15 tahun pidana penjara dan denda Rp5 miliar.
artikel ini telah terbit di CNN Indonesia dengan judul “Marbut Masjid di Yogyakarta Jadi Tersangka Pencabulan 4 Anak”







