Heboh Mayat Seorang Lak-Laki ditemukan Mengapung di Sungai Bantanan Sekura

oleh -31 views
Sosok mayat seorang laki-laki bernama Mohammad Amin Bin Siei 37 tahun warga dusun Mensungai RT 023 Desa Sekura Kab. Sambas yang ditemukan mengapung oleh warga Minggu (1/8/2021).

apakabar.co— Warga Desa Sekura dihebohkan dengan penemuan Sosok mayat yang mengapung di Sungai Bantanan, pada hari Minggu (1/8/2021) sekitar pukul 06.20 WIB pagi.

Dari keterangan saksi mengatakan bahwa korban pergi dari rumah pada hari jum’at tanggal 30 Juli 2021 pukul 20.00 WIB dan ingin meminta uang kepada saksi, dan saksi tidak memberinya uang karena pada saat itu saksi tidak mempunyai uang.

Kapolres Sambas melalui Kapolsek Kecamatan Teluk Keramat, Ipda Eko Zaenudin, SAP Mengungkapkan, Bahwa Benar Benar pada hari Minggu tanggal 1 Agustus 2021 sekira jam 06.20 WiB telah ditemukan sesosok mayat seorang laki laki yang bernama MOHAMMAD AMIN Bin SIRI (alm), dalam keadaan mengapung.

BACA JUGA :  Aktivitas Pertambangan Diwilayah Samarinda, Pemkot Akan Evaluasi Berdasarkan Kewenangan

“Kejadian penemuan mayat tersebut berawal sekira pukul 06.20 Wib saksi I sedang berkemas tempat untuk berjualan bubur yang terletak pasar sentral blok V, lalu pada saat menyusun kursi di selasar tepi sungai, saksi I melihat benda yg mengapung di sungai yg awal di perkirakan patung yang mirip manusia, kemudian saksi I kembali memperhatikan benda yang mengapung tersebut dan ternyata yang mengapung tersebut adalah mayat, lalu saksi I pun menepikan ke pinggir sungai mayat tersebut, kemudian saksi I meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di pasar pada saat itu korban dalam keadaan tidak bernyawa.” Ungkap Kapolsek Teluk Keramat

Pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak akan menuntut kematian korban kepada siapapun dan menolak untuk dilakukan otopsi.

BACA JUGA :  Dukung Program Pemkot, Ketua TP-PKK Samarinda Sebut Organisasi PKK Adalah Gerakan

Sementara Menurut keterangan dari Pihak Puskesmas Sekura yg melakukan pemeriksaan luar / Visum terhadap korban bahwa korban di perkirakan sudah meninggal kurang lebih 10 jam dan bahwa korban tidak ditemukan tanda–tanda kekerasan. Mohammad Amin meninggal diduga karena tenggelam.