Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvetorialBeritaKabar TerkiniKaltimPemkot SamarindaSamarinda

Pemkot Samarinda Evaluasi Desain dan Material Pembangunan SMPN 2 Demi Efisiensi Anggaran

10
×

Pemkot Samarinda Evaluasi Desain dan Material Pembangunan SMPN 2 Demi Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun/doc)
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun/doc)

SAMARINDA, apakabar.co – Upaya pembangunan kembali SMP Negeri 2 Samarinda pasca kebakaran terus dimatangkan. Walikota Samarinda, Andi Harun, meminta agar rencana anggaran pembangunan sekolah tersebut ditinjau kembali untuk memastikan efisiensi tanpa mengurangi kualitas bangunan.

Menurutnya, anggaran yang diajukan untuk pembangunan kembali sekolah itu mencapai sekitar Rp2,15 miliar. Meski dinilai sudah cukup efisien, pemerintah kota tetap mengarahkan adanya evaluasi teknis agar masih terdapat ruang penghematan.

“Anggarannya kurang lebih sekitar Rp2 miliar, yang diajukan Rp2,15 miliar. Tapi kami beri arahan untuk dilakukan penghematan lagi,” Ungkap Andi Harun. Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Andi Harun menjelaskan potensi efisiensi dapat dilakukan dengan meninjau kembali berbagai aspek pekerjaan konstruksi, mulai dari struktur, mekanikal, elektrikal, hingga arsitektural serta tahap finishing bangunan.

“Bahan-bahan material yang masih bisa dihemat, kita hemat. Penghematannya bisa antara 5 sampai 10 persen,” jelasnya.

Andi Harun menyebutkan langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis secara matang serta tetap mengacu pada standar akuntansi dan regulasi pembangunan gedung yang berlaku. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penyesuaian spesifikasi material pada beberapa bagian bangunan.

“Ada berapa komponen yang dapat disesuaikan seperti penggunaan keramik yang tidak harus menggunakan spesifikasi komersial. Tapi cukup standar sesuai kebutuhan bangunan sekolah,” Ucapnya.

Selain material, desain pada sejumlah bagian bangunan juga akan ditinjau kembali agar lebih sederhana tanpa mengurangi fungsi utama.

“Misalnya di bagian depan ada penggunaan cor dak, padahal tidak menanggung beban. Itu bisa dipertimbangkan lagi,” Katanya.

Kendati demikian, orang nomor satu di kota Samarinda itu menegaskan efisiensi tidak boleh mengorbankan aspek utama konstruksi, khususnya pada bagian struktur bangunan yang berkaitan langsung dengan keselamatan.

“Yang tidak boleh terganggu itu aspek struktur, karena menyangkut keselamatan. Tapi dari sisi arsitektur dan finishing masih bisa dilakukan penghematan. Proses pembangunan masih menunggu finalisasi perencanaan sebelum memasuki tahap pelaksanaan,” Tutup Andi Harun. (ADV)