Kursi Ketua Komisi III DPRD Samarinda Digoyang, 8 Anggota Dewan Tanda Tangani Mosi Tidak Percaya

oleh -47 views
DPRD Kota Samarinda (Foto:Internet)

SAMARINDA.apakabar.co– Isu pergantian Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda muncul kepermukaan dengan ditanda tanganinya mosi tidak percaya kepada pimpinan komisi yang membidangi pembangunan tersebut yakni Angkasa Jaya.

Wakil Ketua Komisi, Samri Syahputra mengatakan, mosi tidak percaya mayoritas anggota komisi lantaran fungsi pimpinan tidak berjalan maksimal.

“Diawal sebelum mosi ini muncul sudah kami sampaikan kepada pimpinan, tapi tak ada tanggapan. Akhirnya muncul mosi tidak percaya ini,” ucap, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya program kerja komisi III tidak berjalan maksimal. Selama dua tahun ini kegiatan tidak berjalan sebagaimana mestinya, terlebih soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) komisi III.

Hal tersebut menjadi salah satu terhambatnya pelayanan kepada masyarakat akibat banyak program yang tidak berjalan. Semestinya, pendelegasian kepada anggota lainnya bisa dilakukan dengan persetujuan pimpinan. Namun hal itu juga tidak dilakukan.

“Dengan adanya mosi ini maka, komisi III tidak mengakui ketua sekarang sebelum ada pergantian personil yang baru dan lebih kompeten,” jelasnya.

Samri membenarkan bahwa dari total tiga belas anggota Komisi III, delapan anggota menandatangani mosi tidak percaya tersebut. dua orang lainnya masih menunggu keputusan resmi dari partai masing-masing.

BACA JUGA :  DPRD Kaltim Minta Lelang Jabatan di Pemprov Kaltim Transparan

“Fraksi dan pimpinan sudah disampaikan mosi ini,” ucapnya.

Hingga saat ini, mayoritas anggota fraksi masih menunggu sikap dari fraksi PDI-P. Jika sikap dan tuntutan ini tidak digubris maka pihaknya akan melakukan langkah lanjutan.

Lebih lanjut Samri menjelaskan, mosi tidak percaya ini sudah sesuai mekanisme tatib dewan.

“Pada dasarnya kami ingin kegiatan di komisi bisa berjalan sesuai tupoksi komisi III,”pungkasnya.

Angkasa Jaya “Melawan” Sebut Belum Melihat Surat Mosi Tidak Percaya

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Angkasa Jaya angkat bicara terkait posisi yang didudukinya saat ini. Terlebih anggota komisi yang terdiri dari lintas fraksi menganggap Angkasa Jaya bukan lagi pimpinan Komisi III dan menginginkan pergantian atas dirinya.

Saat dikonfirmasi Angkasa Jaya mengatakan akan melawan para pendukung mosi tidak percaya tersebut.

“Kalau begini saya akan sikapi dengan perlawanan juga sampai ke pusat. Apa boleh mengintervensi partai lain untuk mengganti,” ucapnya, Selasa malam (10/8/2021).

Sebelumnya diberitkan jika dalam waktu dua tahun belakangan pendukung mosi tidak percaya menyebut kinerja pimpinan komisi III tidak optimal sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

BACA JUGA :  Ditengah Pandemi Covid-19, MUI Samarinda, Ikuti MUI Pusat Terkait Cara dan Adab Menyembelih Kurban

“Kalau disebut enggak ada kegiatan itu kan lucu. kegiatan tetap ada. Semisal kunjungan saya juga yang tanda tangan disitu. Dua tahun ini kan pandemi Covid-19 maka kegiatan juga dibatasi,” jelasnya.

Dirinya menilai pimpinan di Komisi tak hanya ia seorang, tapi ada wakil dan seketaris komisi Jika hanya menyasar dirinya sendirinya, evaluasi tersebut sangat tidak tepat. Ia pun bakal menggunakan pilihan terakhir untuk memperkarakan perbuatan para pendukung mosi ke ranah hukum.

“Itu namanya pembunuhan karakter. Kedudukan saya sebagai ketua komisi atas perintah partai, bukan pribadi. Kalau sudah begitu ada pasal tersendiri kan,” terangnya.

“Sebenarnya saya juga gak mau di komisi itu kalau begini, tapi karena saya petugas partai, maka saya patuhi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa memilihnya adalah masyarakat, bukan para pendukung mosi.

“Yang menempatkan saya di komisi itu partai, bukan mereka. Kalau begini ini soal suka atau tidak suka aja yang dibumbui dengan evaluasi kerja menurut mereka,” pungkasnya.

Hingga saat ini, dirinya mengakui masih belum melihat dan membaca isi surat dari delapan anggotanya pendukung mosi tidak percaya.