Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Luasnya Wilayah dan Banyaknya Pintu Perjalanan Luar Negeri, Indonesia Rentan Penularan Covid-19

199
×

Luasnya Wilayah dan Banyaknya Pintu Perjalanan Luar Negeri, Indonesia Rentan Penularan Covid-19

Sebarkan artikel ini
(Foto:Ilustrasi/Internet)

apakabar.co– Luasan wilayah yang dimiliki Indonesia menjadi kerentanan tersendiri dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) MaxinRein Rondonuwu.

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah pintu perjalanan internasional, baik jalur udara, darat, maupun laut. Akses perjalanan internasional itu juga memperlebar risiko penyebaran virus Corona varian dari luar negeri.

“Pertama, Indonesia terdapat 35 bandara dengan akses langsung ke luar negeri, yakni Asia, Australia, dan Eropa,” kata Maxi dalam keterangannya, Sabtu (20/11/2021).

Selain itu, terdapat 135 pelabuhan laut dengan akses langsung ke luar negeri. Indonesia juga memiliki 10 pelintasan lintas darat batas negara (PLBDN) dengan Papua Nugini, Timor Leste, dan Malaysia.

Dirinya lantas meminta kepada semua pihak waspada meski kasus Covid-19 di Indonesia saat ini diklaim terkendali. Apalagi, kasus Covid-19 secara global justru mengalami peningkatan. Saat ini, kata dia, total kasus Covid-19 secara global lebih dari 249 juta dengan kematian lebih 5 juta jiwa.

“Peningkatan kasus terutama di regional Eropa 7 persen peningkatan kasus, 10 persen peningkatan kematian,” kata Maxi.

Ia juga membeberkan, negara dengan penambahan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Jerman dengan varian delta menjadi yang mendominasi, yaitu 99.64 dari total sekuensing yang dilakukan 60 hari terakhir. Padahal, kata dia, negara-negara tersebut angka vaksinasinya sudah tinggi.

“Vaksin yang tinggi tidak jaminan, mesti didukung perubahan perilaku terhadap protokol kesehatan,” ucapnya.

Meski situasi di Indonesia relatif terkendali, Maxi meminta kewaspadaan semua pihak dengan adanya kenaikan kasus di global dan daerah. Selain itu, adanya subvarian AY 4.2 juga harus menjadi satu kewaspadaan.

Ditegaskan Maxi jika strategi penanggulangan harus tetap dipertahankan yakni 3M, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dan 3T, testing, tracing, dan treatment agar situasi pandemi tetap terkendali.

“Mempertahankan testing tetap tinggi melalui active dan passive case finding. Kemudian dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR di kabupaten/ kota,” ucap dia. “Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity, terutama bagi lansia juga harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kemenkes Nilai Banyaknya Pintu Perjalanan Luar Negeri Bikin Indonesia Rentan Penularan Covid-19”