Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Sebanyak 13 Pekerja Asal Jateng Terlantar di Pelabuhan Balikapan, Tertipu Upah Besar Bekerja di Proyek IKN Nusantara

474
×

Sebanyak 13 Pekerja Asal Jateng Terlantar di Pelabuhan Balikapan, Tertipu Upah Besar Bekerja di Proyek IKN Nusantara

Sebarkan artikel ini
13 pekerja asal Jawa Tengah yang terlantar di Polsek KP3 akibat ditipu calo dengan iming-imingi bekerja di IKN Nusantara dengan upah yang besar

apakabar.co- Sebanyak 13 pekerja asal Jawa Tengah yang bekerja sebagai buruh proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya, para pekerja tersebut mendapat iming-iming upah yang besar namun hanya setengah dari upah tersebut.

Keadaan itu membuat para pekerja tersebut meninggalkan lokasi proyek dan akhirnya terlantar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dari informasi yang didapat, jika 13 pria asal Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak itu beberapa waktu sebelumnya diajak oleh seseorang yang diduga calo untuk ikut bekerja di Pulau Kalimantan dengan upah senilai Rp 150 ribu per hari.

Tapi setelah sampainya di lokasi, 13 orang itu justru menerima kenyataan berbeda. Yakni dalam perjalanannya, selama tiga hari bekerja mereka hanya dibayar Rp 90 sampai 100 ribu per harinya.

“Awalnya dijanjikan untuk akan menerima upah sebesar Rp150 ribu per hari, tetapi dalam perjalanannya rupanya ada ketidaksesuaian dengan perjanjian awal dan mereka hanya mendapat Rp90 ribu sampai Rp100 ribu. Akhirnya mereka nekat untuk pulang,” ucap Kapolsek KP3 Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kompol Komang Adi Andika,Sabtu (10/12/2022).

Ke 13 pekerja tersebut memilih untuk pulang ke tempat asalnya karena karena upah yang tidak sepadan dan tidak sesuai dengan perjanjian.

“Kami sudah koordinasi dengan DLU (salah satu agensi kapal) agar mereka bisa ikut melalui rute Surabaya. Mereka ini ada pegang tetapi uangnya tetap tidak cukup untuk biaya kapal, jadi akhirnya mereka diberi surat saja,” tambahnya.

Sementara itu, kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) dengan rute Balikpapan-Surabaya dikabarkan telah menerima ke-13 pekerja telantar tersebut untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Cabang PT DLU Balikpapan, Muhammad Saleh. Kata dia, para pekerja tersebut awalnya mendatangi Polsek KP3 Balikpapan untuk meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke daerah asal.

“Iya semalam kami dapat permintaan bantuan dari kepolisian untuk mengangkut, memulangkan orang-orang tersebut,” kata Saleh.

Sejauh ini, ungkap Saleh, pihaknya telah tiga kali mendapat permintaan untuk pemulangan tenaga kerja, yang mana dugaannya mereka telah tertipu jasa calo. Hanya saja untuk kasus kali ini, jumlahnya lebih banyak dari yang sebelumnya.

“Kalau kemarin-kemarin sih tidak terlalu banyak, karena dua tiga orang. Walaupun mereka juga datang dalam rombongan besar. Tapi kalau yang tadi malam, ini ada sekitar 13 orang dan dimediasi oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Lanjut dia, awalnya pihak DLU menyarankan kepada para pekerja tersebut untuk membeli tiket anak.

“Kami kasih dispensasi kalau tidak bisa beli tiket dewasa, boleh tiket anak. Tetapi itu mereka juga bilang tidak cukup. Akhirnya mereka dibuatkan surat oleh Polsek untuk pertanggungjawaban saja,” pungkasnya.