Tak Takut Panas, Anak Buruh Rela Ikut Demo Tolak Pengesahan Omnibus Law

oleh -133 views
Arini (Hijab) Mahasiswi Unikarta Salah Satu Dari Ratusan Mahasiswa Yang Mengikuti Aksi Demontrasi Penolakan Pengesahan UU Omnibus Law, Rabu (7/10/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Guyuran hujan deras tak menghalangi massa yang terdiri dari berbagai Universitas di Samarinda dan Kutai Kartanegara dalam aksi demonstrasi penolakan pengesahan Undang-undang Omnibus Law di simpang empat Mall Lembuswana Samarinda, Rabu (7/10/2020).

Begitu pula kepulan asap ban yang dibakar tak sedikitpun menghilangkan semangat ratusan massa aksi atas penolakan yang disuarakan koordinator lapangan (korlap) ditengah-tengah kerumunan massa.

Arini, salah satu dari sekian ratus mahasiswa yang datang dengan semangat penolakan pengesahan Undang-undang Omnibus Law rela berpeluh keringat tanpa menilai mahalnya harga kosmetik yang ia beli dengan tak sebandingnya nasib para pekerja atas dampak dari undang-undang tersebut.

Gadis cantik berjilbab dan berkacamata itu mengaku tak sedikitpun takut meskipun harus berpanas-panasan demi menyuarakan aspirasi penolakan. Ia bersama kawan-kawannya dari Univeritas Kutai Kartanegara (Unikarta) berangkat atas kemauan sendiri. Baginya perjuangan sangatlah penting dalam menegakkan keadilan.

BACA JUGA :  Serah Terima Pengelolaan Pasar Sei Dama ditergetkan Awal Agustus 2020

“Tadi berangkat bareng teman. Sekitar seratus orang dari Tenggarong,” katanya.

Mahasiswi semester lima itu merasa adanya ketidakadilan dalam dalam Undang-undang Omnibus Law tersebut. Terlebih orangtuanya juga merupakan buruh di salah satu perusahaan sawit di daerahnya. Apalagi saat ini mengalami kondisi keuangan yang tidak baik selama pandemi Covid-19.

“Selama saya rasa itu tidak baik untuk masyarakat saya pasti akan turun,” sebutnya.

Gadis yang memiliki senyum manis tersebut pun mengakui jika kedatangannya pada aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law bukannya pengalaman aksi yang pertama kali ia ikuti, pada September 2019 silam ia bersama ribuan mahasiswa yang lain juga pernah mengkuti aksi penolakan RUU KPK di gedung DPRD Kaltim.

BACA JUGA :  Demi Tebus BPKB dan Renovasi Rumah, Oknum Tenaga Honorer di Balikpapan Jual Sabu

Memang, kedatangannya pada aksi tersebut tanpa meminta izin orang tua, lantaran pasti tak diizinkan karena khawatir akan terjadi hal-hal diluar dugaan. Namun sikap nekat dengan didasari semangat perjuangan lantas membuatnya tetap mimilih mengikuti aksi bersama kawan-kawannya yang lain.

“Orang tua pasti khawatir, ya nekat aja ini jalur perjuangan saya dan teman-teman sebagai bentuk penolakan terhadap pengesahan undang-undang itu dan untuk kawan-kawan yang lain tetap terus berjuang menolak pengesahan undang-undang tersebut,” pungkasnya.