Diduga Lakukan Politik Uang, Bawaslu Samarinda Panggil Paslon Nomor Urut 3 Zairin-Sarwono

oleh -95 views
Calon Walikota Nomor Urut 3 Zairin Saat Menghadiri Panggilan Bawaslu Samarinda Terkait Dugaan Politik Uang, Rabu (4/10/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda memanggil Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3 Zairin-Sarwono beserta Ketua Tim Pemenangan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan politik uang berupa pembagian sembako yang dilakukan oleh tim pemenangan paslon tersebut.

Pembagian sembako berupa minyak goreng yang dibagikan kepada warga dengan menyertakan kartu nama dan masker bergambar Zairin-Sarwono.

Dalam keterangannya, Ketua Tim Pemenangan Zairin-Sarwono Mursyid Abdul Rasyid membantah seluruh pertanyaan terkait bukti-bukti yang dilampirkan Bawaslu.

“Masker dan brosur itu dibagikan oleh tim kampanye resmi yakni ketua tim dengan 10 orang ada di masing-masing kecamatan, kami tidak pernah meng SK kan relawan dalam bentuk apapun,” ucap Mursyid saat diwawancarai usai memberikan keterangan kepada Bawaslu Samarinda, Rabu (4/11/2020).

BACA JUGA :  KPU Samarinda Sosialisasi PKPU Terkait Kampaye Serentak Pilkada Samarinda

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa atas dasar itu distribusi brosur maupun masker bisa siapa saja.

“Boleh tim kami, Paslon sendiri, atau masyarakat yang datang ke posko untuk sengaja membantu pasangan ini menyampaikan program,” ucapnya.

Lebih janjut lagi, Mursyid juga mengaku tidak tahu bahwa di dalam alat bukti video tersebut siapa yang melakukan pembagian minyak goreng. Bahkan, menurutnya desain spanduk dalam video yang digunakan pada saat pembagian minyak goreng bukan merupakan desain resmi milik paslon Zairin-Sarwono yang diserahkan ke KPU Samarinda.

“Desain spanduk yang ada dalam video itu bukan desain resmi kami, desain spanduk resmi dari kami pasti bertuliskan Siap Dipilih, Berani Ditagih,” terangnya.

Namun, ia mengakui jika untuk desain brosur, dikatakan Mursyid benar bahwa brosur itu milik tim pemenangan.

BACA JUGA :  Sah, Andi Harun-Rusmadi Terima SK Dukungan Partai Nasdem

“Di dalam saya dilihatkan minyak, brosur, sama stiker. Yang jelas dari kami brosur itu iya karena kami mencetaknya banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Samarinda, Zairin Zein  yang lebih lama dimintai keterangan menyampaikan hal yang sama. Ia mengaku tidak pernah datang dan mengetahui tempat yang diduga ada praktik pembagian sembako oleh timnya.

“Saya belum pernah masuk Jalan Belibis apalagi membagikan itu. Ada brosur dan foto kami nomor 3.¬† Mungkin orang yang memiliki brosur dan masker kemudian membagikan bersama-sama minyak goreng,” pungkasnya.