Relawan Andi Harun-Rusmadi Di Intimidasi Saat Melakukan Pelatihan Saksi Pemantau TPS, Dituduh Melakukan Kegiatan Politik Uang

oleh -93 views
Relawan Pelatih Pemantau menunjukkan Surat mandat yang diberikan oleh Badan Pemenangan Andi Harun - Rusmadi

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Dugaan intimidasi oknum orang tak dikenal terjadi pada relawan pasangan nomor urut 2, Andi Harun-Rusmadi saat melakukan pelatihan saksi TPS, pada Jumat (4/12/2020).

Intimidasi yang terlihat pada video yang berdurasi 20 detik tersebut beredar di grup-grup Whatsapp. Dalam video yang berdurasi 20 detik tersebut, terlihat sekelompok orang melabrak perekutan saksi pemantau TPS, sekumpulan orang di video tersebut menuduh kegiatan itu sebagai tindakan politik uang.

Wanita yang menjadi korban intimidasi yang ada didalam video saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah rekrutmen dan pelatihan warga yang hendak jadi saksi pemantau TPS untuk pasangan calon Andi Harun-Rusmadi.

“Kami mengajak warga menjadi saksi pemantau TPS, tapi orang salah nangkap. Dikiranya kami memberi uang, itu adalah honor bagi mereka yang mendaftar menjadi relawan pemantau,” ucap wiwin saat dihubungi via telepon seluler, Jumat malam.

Dari pengakuan Wiwin yang merupakan pelatih saksi pemantau, kegiatan yang dilakukan bersama dengan rekannya merupakan resmi dari Badan Pemenganan Pasangan Andi Harun-Rusmadi. Bahkan, pihaknya telah mengantongi mandat pelaksanaan pelatihan tersebut.

BACA JUGA :  Tanggapi Situasi Politik Usai Pilkada, GP Ansor dan Banser Samarinda Sampaikan Pernyataan Sikap

“Surat mandat kami punya, gak sembarangan kami buat kegiatan,” jelasnya.

Wiwin membeberkan kronologi kejadian saat penggebrekan terjadi, ia mengaku bahwa saat kejadian kelompok oknum tersebut berjumlah 4 orang, dan memaksa mengambil sejumlah uang dari agenda pelatihan tersebut.

“Saya sudah jelaskan, tapi mereka ngotot, ngamuk. Itu kayak (orang) salah satu paslon yang mau menjatuhkan (paslon) kami,” jelasnya.

Saat dilokasi kejadian, Wiwin bersama beberapa rekannya melakukan pelatihan di Jalan Muso Salim tepatnya di gang 9. Warga nampak hadir mendaftar sebagai relawan, semua berjalan normal. Namun penuturannya, sekelompok orang datang mendobrak sambil menendang pintu berkali-kali, padahal kala itu pintu rumah tidak tertutup.

“Mereka itu seolah menggrebek kami. Pintu itu gak ditutup, dia nginjak pintu kami, langsung mendobrak, seolah-oleh mereka itu polisi. Kami tidak takut, karena kami gak bagi-bagi uang,” paparnya.

BACA JUGA :  Terbakar Cemburu, Ibu Muda di Samarinda Aniaya Bayi

Bahkan ada banyak warga hadir di kegiatan tersebut membenarkan mereka mendaftar jadi relawan TPS, namun kesaksian tersebut tidak digubris oleh sekelompok orang tersebut.

Ditambahkan Wiwin, saat mendatangi pihaknya, kelompok orang tersebut memaksa menyita uang yang seharusnya jadi honor relawan.

“Video yang viral itu terpotong, kalau lengkap mereka masuk mendobrak dan ngomong kasar. Ada lagi warga yang ditarik tangannya sampai berbekas merah,” ungkapnya.

Wiwin pun membenarkan bahwa honor relawan pemantau di TPS sebesar 200 ribu. Namun dirinya menegaskan kegiatan tersebut resmi dan tidak menyalahi aturan.

“Memang honornya orang yang mau jadi relawan TPS itu 200 ribu. Kami gak salah, kami bawa surat mandat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.